Asal-Usul Taman Sriwedari Surakarta: Surga Ciptaan Batara Wisnu yang Ditutup Permanen

Beberapa tahun lalu, tempat tersebut menjadi destinasi wisata favorit masyarakat, terlebih dengan adanya taman hiburan rakyat (THR).

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 07 November 2023 | 14:39 WIB
Asal-Usul Taman Sriwedari Surakarta: Surga Ciptaan Batara Wisnu yang Ditutup Permanen
Salah satu wahana di THR Sriwedari sebelum dibongkar pada 2017 silam. [ANTARA/Mohammad Ayudha]

SuaraSurakarta.id - Taman Sriwedari adalah sebuah taman yang terletak di jantung Kota Solo.

Beberapa tahun lalu, tempat tersebut menjadi destinasi wisata favorit masyarakat, terlebih dengan adanya taman hiburan rakyat (THR).

Namun sejak 2017 silam, THR Sriwedari telah tutup seiring berakhirnya sewa lahan dengan Pemkot Solo. Lokasi itu akhirnya dibangun sebuah masjid namun hingga kini tak kunjung selesai.

Taman Sriwdari diketahui memiliki sejarah panjang dan sangat menarik.

Baca Juga:Menelusuri 'Geng Solo' Jokowi di TNI/Polri, Semua Punya Jabatan Mentereng

Bagaimana tidak, menurut legenda, taman ini telah diciptakan oleh Batara Wisnu, salah satu dewa utama dalam agama Hindu. Dewa Wisnu adalah salah satu dewa yang dikenal sebagai pemelihara alam semesta.

Menurut cerita, Batara Wisnu menciptakan Taman Sriwedari sebagai tempat peristirahatan dan hiburan bagi para dewa dan makhluk surgawi lainnya. Taman ini dihiasi dengan keindahan alam dan taman yang indah, serta berbagai makhluk surgawi tinggal di dalamnya.

Sebagaimana dikisahkan dalam Serat Arjunasasra, Taman Sriwedari merupakan taman buatan Prabu Arjunasasra yang keindahannya disebut mirip dengan taman surga karena memang ciptaan Sri Batara Wisnu.

Kisah Berdirinya Taman Sriwedari

Dikisahkan, sewaktu pulang dari lawatan ke Ponorogo, Jawa Timur, Sinuhun Pakubuwana II sampai di Kartasura dengan mendapati keadaan keratonnya rusak akibat serangan tentara China.

Baca Juga:Profil 4 Bupati PDIP di Solo Raya yang Absen saat Gibran Meresmikan Proyek PLTSa

Sinuhun kemudian menitahkan agar segera menyiapkan tempat untuk pemindahan Keraton. Pada akhirnya, mereka memilih tempat yang bernama Dusun Sala. Penetapan pemilihan  tempat tersebut dilakukan berdasasrkan pada berhentinya langkah gajah Sinuhun.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak