Masjid ini terletak di Kampung Laweyan, yang dikenal sebagai Kampung Batik. Masjid Laweyan memiliki arsitektur yang unik, dengan perpaduan gaya Jawa dan Islam.
Masjid ini juga dikenal sebagai Masjid Ki Ageng Henis karena lokasi masjid yang sekompleks dengan pemakaman Ki Ageng Henis. Adapun Ki Ageng Henis merupakan tokoh penting dalam membangun peradaban di Kampung Laweyan.
3. Masjid Darussalam
Masjid Darussalam merupakan masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Pakubuwono XI, sekitar tahun 1930. Masjid ini terletak di Jalan Slamet Riyadi, Pasar Kliwon. Masjid tersebut memiliki arsitektur yang unik berupa perpaduan Jawa dan Melayu.
Baca Juga:Gibran Akui Dirinya Termasuk Orang Populer, Tapi Sangat Tidak Disukai Orang, Kenapa?
Pasalnya masjid ini dibangun oleh masyarakat Banjar zaman dahulu, yang kala itu dikenal sebagai perantau yang bekerja sebagai pedagang emas.
4. Masjid Al Hikmah
Masjid Al Hikmah merupakan masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Pakubuwono X, sekitar tahun 1919. Masjid ini terletak di Jalan Slamet Riyadi, Laweyan.
Masjid yang satu ini menggambarkan kerukunan umat beragama di Surakarta karena berdampingan dengan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningrat.
Masjid Al Hikmah memiliki gaya arsitektur Islam yang kental, dengan perpaduan warna putih dan hijau. Selain itu masjid ini melambangkan kalau toleransi umat beragama di Surakarta patut diacungi jempol.
Baca Juga:Mobil Dinas Gibran Ganti Stiker Piala Dunia U-17 Dominan Kuning, Netizen: Ala Partai Golkar
Demikian informasi mengenai 4 masjid bersejarah di Kota Solo. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.