"Setiap tahun selalu dan berdesakan seperti ini. Ini tradisi yang sudah sejak puluhan tahun yang lalu, jadi ini ngalap berkah," kata warga Sragen ini.
Sementara itu Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, KP Dani Nur Adiningrat mengatakan jika ini adalah hajat dalem grebeg mulud dalam rangkaian peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta.
"Keraton Kasunanan Surakarta ini adalah keraton Mataram Islam, sehingga perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW dilaksanakan dengan gegap gempita dan penuh kebesaran," terang dia.
Dalam grebeg ini ada dua pasang gunungan yang dikirab. Isinya berbagai macam gunungan jaler berisi hasil bumi, seperti kacang panjang, wortel, telur asin, telur ayam dan yang lainnya. Kalau gunungan estri berisi rengginang, intip dan yang lainnya.
Baca Juga:Profil KGPH Purbaya, Putera Mahkota Kraton Solo Tabrak Lari Pemotor
"Itu melambangkan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, atas kelimpahan rahmat, rizki, kesehatan, kebarokahan. Itu diwujudkan dalam bentuk makanam yang berlimpah," paparnya.
Dani menyebut pada grebeg mulud ini sangat ramai dan antusias dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sangat tinggi juga. Antusias mereka untuk nguri-nguri budaya jawa sudah kembali pulih setelah pandemi Covid-19 yang panjang.
Di Keraton Kasunanan ada tiga gerebeg yang rutin digelar setiap tahunnya, yakni Grebeg Maulud, Grebeg Puasa dan Grebeg Besar.
"Ini Mataram Islam, jadi perayaan-perayaan hari besar umat Islam selalu dirayakan pada setiap tahunnya," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Profil Putera Mahkota Keraton Solo yang Tabrak Lari Pajero vs Motor