Sementara itu Pelatih Jeonbuk Hyundai Motors, Lee Kwanghyeoun mengatakan kedatangannya ke sini (Solo) karena keresahan bahwa anak-anak di seluruh dunia sekarang lebih senang bermain game atau internet daripada bermain sepak bola.
"Jadi datang ke sini untuk menyadarkan anak-anak penting bermain ke luar dan sepak bola. Sehingga ketika mereka mengikuti aktivitas ini disadarkan lagi supaya punya mimpi menjadi pesepakbola dimasa depan," terang dia.
Menurutnya mungkin ini bukan sesuatu yang mengubah langsung. Tapi ini akan membantu mimpi-mimpi anak kecil di Indonesia khususnya Solo untuk menjadi pesepak bola di masa depan.
Ia pun merasa senang melihat aktivitas anak-anak saat ini dan punya energi. Mungkin diusia saat ini, skill individu bukan yang utama.
Baca Juga:Sambut Liga 1, Polda Jateng Siapkan Skema Pengamanan Sepak Bola
"Tapi tadi ada beberapa anak yang mengikuti kelas punya skill dan potensi menjadi pemain sepak bola," ungkapnya.
Di Jeonbuk Hyundai Motors sendiri, lanjut dia, ada beberapa kelompok umur (KU). Ada under 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, sampai 18. Setelah itu under 23 yang disebut tim Jeonbuk Hyundai Motors B.
"Tiap tim masing-masing itu ada 15 pemain. Ada beberapa lulusan dari Jeonbuk B dan KU yang masuk tim Jeonbuk senior," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Persis Solo Beri Waktu Bermain Seluruh Pemain dalam Uji Coba Pramusim