Manfaat Membawakan Bekal untuk Anak, Tak Hanya Hemat Uang Saku Tapi Juga Soal Gizi hingga Aspek Sosial-Emosional

Sejumlah manfaat bisa didapatkan apabila orang tua membuat dan membawakan bekal untuk anak, mulai dari aspek gizi hingga aspek sosial-emosional.

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 19 November 2022 | 07:06 WIB
Manfaat Membawakan Bekal untuk Anak, Tak Hanya Hemat Uang Saku Tapi Juga Soal Gizi hingga Aspek Sosial-Emosional
Menyiapkan bekal anak. Sejumlah manfaat bisa didapatkan apabila orang tua membuat dan membawakan bekal untuk anak, mulai dari aspek gizi hingga aspek sosial-emosional. [shutterstock]

SuaraSurakarta.id - Membawakan bekal kepada anak memberi banyak manfaat. Tidak hanya hemat uang saku, melainkan asupan gizi juga menjadi terjaga. 

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB Anna Vipta Resti Mauludyani, SP, M.Gizi mengatakan sejumlah manfaat bisa didapatkan apabila orang tua membuat dan membawakan bekal untuk anak, mulai dari aspek gizi hingga aspek sosial-emosional.

Anna mengingatkan hal pertama yang perlu diingat orang tua bahwa menyiapkan bekal anak tidaklah sulit dan tidak membuang-buang waktu, apalagi saat ini sudah ada teknologi yang dapat membantu orang tua. Sebaliknya, terdapat banyak manfaat yang didapatkan dari menyiapkan bekal untuk anak.

"Ini tidak sulit, ini tidak membuang banyak waktu, tidak memerlukan banyak waktu, tidak rumit, dan manfaatnya jauh lebih besar daripada misalnya waktu yang diperlukan untuk menyiapkan," kata Anna dalam bincang virtual melalui Instagram diikuti di Jakarta, Jumat.

Baca Juga:Ingin Membuat Bekal Bento Lucu? Ini 5 Alat yang Wajib Kamu Punya!

Dari aspek gizi, bekal makanan bermanfaat untuk membantu menambah energi anak ketika berada di sekolah sehingga dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, semangat, dan tetap fokus. Selain itu, bekal juga membantu orang tua untuk mengontrol makanan apa saja yang baik untuk dikonsumsi anak dan menghindari konsumsi panganan dan jajanan sembarangan yang minim gizi.

"Ini adalah cara kita untuk membantu mengontrol apa yang dikonsumsi oleh anak kita. Jadi mengurangi risiko terkena berbagai macam penyakit karena berasal dari makanan yang tidak bersih, makanan yang mengandung berbagai macam bahan tambahan yang sebetulnya ada yang tidak diperbolehkan," kata Anna.

Menurut dia, membawakan bekal untuk anak berarti melatih mereka untuk makan secara tepat waktu dan teratur. Anna menyebutkan, menurut berbagai penelitian, jadwal makan yang teratur mengurangi risiko dari berbagai penyakit termasuk obesitas.

Bekal makanan juga mendorong anak untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Ketika di sekolah, anak akan berusaha untuk membuka bekalnya sendiri, cuci tangan sendiri, dan makan sendiri tanpa disuapi.

"Kalau sering terlatih, nanti sampai rumah itu dia akan terdorong untuk makan sendiri juga. Jadi tidak minta disuapi terus. Jadi itu bisa melatih kemandirian di situ," ujar Anna.

Baca Juga:4 Cara Mudah agar Anak Mau Bawa Bekal, Sudah Pernah Coba?

Sementara pada aspek sosial-emosional, Anna mengatakan membawakan bekal sebenarnya mendorong anak untuk dapat berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah, bahkan mendorong anak untuk saling berbagi. Secara tidak langsung, kemampuan anak dalam berbicara juga ikut terstimulasi.

Lifestyle

Terkini

Pasalnya sepeda motor bebek biru yang dipakai terduga pelaku bom bunuh diri STNK nya merupakan atas namanya.

News | 19:59 WIB

Stategi ini digunakan oleh kelompok Al Qaeda dan ISIS yang diaplikasikan oleh kelompok JI dan JAD di Indonesia.

News | 18:19 WIB

Dengan mengenakan kemeja batik, Kaesang Pangarep tiba di Pura Mangkunegaran sekitar pukul 12.55 WIB.

News | 18:15 WIB

Agus Sujatno alias Abu Muslim, pelaku aksi bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar Kota Bandung sudah kurang lebih setahun tinggal di rumah indekos kawasan Sukoharjo, Jateng.

News | 15:49 WIB

Terduga pelaku bom bunuh diri tinggal di rumah kost di RT 07 RW 02 Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo berinisial AS.

News | 14:52 WIB

Sosok pemilik motor tersebut akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi pascatragedi bom bunuh diri tersebut.

News | 14:13 WIB

Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana menjelaskan, berdasarkan barang bukti yang ditinggalkan, pelaku membawa sepeda motor dengan pelat AD (wilayah Surakarta).

News | 13:26 WIB

Pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung diketahui merupakan mantan narapidana terorisme.

News | 13:00 WIB

Tampak putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka bersama istrinya Selvi Ananda serta dua anaknya, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.

News | 11:21 WIB

Adapun catatan gempa susulan yakni M4.3 pukul 13.25 WIB, M4.1 pukul 13.36 WIB, dan M4.3 pukul 13.49 WIB.

News | 15:17 WIB

Gempa juga dirasakan di daerah Kuta dan Kuta Selatan dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

News | 14:22 WIB

Belum ada laporan dampak gempa magnitudo 6.2 terhadap infrastruktur di Kabupaten Jember.

News | 14:16 WIB

Mereka juga membawa beberapa tumpeng nasi kuning lengkap dengan lauk pauknya.

News | 13:27 WIB

Jarak antara Benteng Vastenburg menuju ke lokasi perhelatan ngunduh mantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pura Mangkunegaran sekira 8 menit perjalanan.

News | 12:49 WIB
Tampilkan lebih banyak