Stimulasi Anak dengan Bermain di Luar Ruangan Sangat Penting Bagi Perkembangan, Ini Penjelasan Psikolog

Stimulasi anak dengan bermain di luar ruangan sangat baik dan penting bagi perkembangannya, ini penjelasan psikolog

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:44 WIB
Stimulasi Anak dengan Bermain di Luar Ruangan Sangat Penting Bagi Perkembangan, Ini Penjelasan Psikolog
Ilustrasi anak bermain di luar ruangan (freepik.com/jcomp)

SuaraSurakarta.id - Psikolog Anak, Rose Mini Agoes Salim mengatakan stimulasi anak dengan bermain di luar ruangan sangat baik dan penting bagi perkembangannya. 

"Kalau di luar akan menjadi lebih leluasa dia bermain, dan stimulasi bermain di alam itu sangat baik dan penting," ucap Rose dikutip dari ANTARA Minggu (16/10/2022).

Ketika bermain di luar, anak akan lebih leluasa berlari dan tidak ada batasan ruang. Anak akan mengetahui tentang tanah, binatang dan tumbuhan jika bersentuhan dengan alam, yang nantinya menjadi informasi atau wawasan baginya secara konkret.

Selain itu, bermain bola, bermain petak umpet dan bercocok tanam juga bisa dilakukan orang tua untuk menstimulasi anak saat bermain di luar agar sifatnya yang potensial bisa teraktualisasi.

Baca Juga:Rizky Billar Menyimpan Dendam? Psikolog: Lesti Harus Ekstra Hati-Hati

"Aturan main petak umpet tidak boleh mengintip itu sangat dapat menstimulasi anak. Kemudian, bercocok tanam, memperhatikan cara jalan binatang itu semua stimulasi yang bisa dilakukan sambil bermain," ucapnya.

Magister Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan jika anak betul-betul bermain, tidak ada beban dan bermain dengan suka hati, anak tidak akan stres dan depresi.

"Bermain adalah kegiatan yang dilakukan oleh anak dengan sangat suka hati dan tanpa beban. Makanya, bila bermain dilakukan dengan beban seperti tugas, anak itu tidak lagi bermain," ucap Rose.

Ia mengatakan jika anak memilih mainannya sendiri dan tidak ada tuntutan, akan menyehatkan mentalnya. Tuntutan yang biasanya diberikan dengan harapan agar anak menjadi lebih baik, justru akan membuatnya tidak nyaman.

"Pada waktu anak tidak nyaman dengan situasi tersebut, mungkin saja dia jadi tidak sehat secara mental. Oleh karena itu, biarkan anak jadi dirinya sendiri, itu akan jauh lebih baik," ujarnya.

Baca Juga:Psikolog Analisa Hal Mengejutkan Soal Rizky Billar, Lesti Kejora Diminta Hati-Hati Karena Hal ini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak