Demokrat Kritik Elite Pendukung Pemerintah: Rakyat Sedang Susah, Jangan Malah Sibuk Ngaku Punya Prestasi

Elite politik pendukung pemerintah disarankan Herzaky untuk fokus bekerja dan memberikan manfaat untuk masyarakat.

Siswanto
Kamis, 13 Oktober 2022 | 11:31 WIB
Demokrat Kritik Elite Pendukung Pemerintah: Rakyat Sedang Susah, Jangan Malah  Sibuk Ngaku Punya Prestasi
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. (Suara.com/Bagaskara)

SuaraSurakarta.id - Kepala Badan Komunikasi Strategis dan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengkritik elite pendukung pemerintahan Joko Widodo - Maruf Amin.

"Rakyat sedang susah, jangan malah elite politik pendukung pemerintah sibuk mengaku-aku punya prestasi, padahal rakyat tidak merasakan manfaat apa yang dilakukan para elite itu," kata Herzaky, hari ini.

Elite politik pendukung pemerintah disarankan Herzaky untuk fokus bekerja dan memberikan manfaat untuk masyarakat.

"Jangan sibuk memikirkan kapan lagi bisa gunting pita," kata Herzaky.

Baca Juga:AHY Nilai Indonesia Lebih Sejahtera di Era SBY: Kami Tak Ingin Membandingkan, Tapi...

Kritik Herzaky disampaikan setelah beberapa waktu yang lalu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga menyampaikan kritik kepada pemerintah dan kemudian memancing reaksi dari sejumlah elite pendukung pemerintah.

Herzaky mengatakan bahwa masyarakat yang menilai jika pemerintahan era Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan pendiri Partai Demokrat lebih baik, terutama dalam segi mensejahterakan masyarakat.

"Harga-harga kebutuhan pokok naik terus sekarang, belum lagi listrik, gas, bensin juga ikut berkejaran naik, sedangkan gaji PNS, TNI, Polri naiknya jarang, baru dua kali selama era Jokowi ini, dan itu pun kisaran lima persen naiknya," kata dia.

Herzaky membandingkan dengan era SBY. Dia menyebut di era SBY, gaji PNS, anggota TNI, Polri, naik sebanyak sembilan kali hampir setiap tahun, dan kenaikannya sempat berkisar 15-19 persen di lima tahun pertama.

Dia menyebut di era SBY kemampuan daya beli masyarakat rata-rata meningkat 10,4 persen tiap tahun.

Baca Juga:Diusulkan Diganti Sebagai Wakil Ketua DPRD Lampung, Raden Muhammad Ismail Gugat Partai Demokrat

Herzaky mengatakan selama masa kepemimpinan SBY, pemerintah berhasil membawa 8,42 juta jiwa penduduk miskin lepas dari kemiskinan, atau mengentaskan 842 ribu penduduk miskin tiap tahun.

"Bayangkan, dapat warisan 36,15 juta jiwa penduduk miskin dari era Ibu Mega tahun 2004, dengan keberpihakan Pemerintahan SBY kepada rakyat, jumlah penduduk miskin bisa turun hingga 27,72 juta jiwa pada tahun 2014. Sedangkan Jokowi selama lima tahun sebelum pandemi saja, hanya mampu menurunkan kemiskinan menjadi 24,79 juta jiwa di 2019," kata dia.

Dengan melihat hal itu, Herzaky berkata "semoga senior-senior elite pemerintah lainnya, lebih fokus membantu Presiden Jokowi bekerja untuk rakyat. Mewariskan pembangunan yang memberikan fundamental kuat untuk pemerintahan selanjutnya, seperti yang dilakukan pemerintahan SBY, pemerintahan Mega, dan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya."

"Bagaimanapun, pembangunan memang harus berkelanjutan dan memberikan perubahan berupa manfaat untuk rakyat. Bukan untuk elite."

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi sebelumnya merespons kritikan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Menurut saya, rasanya tidak elok dan tidak bijak jika ada pernyataan dari pimpinan partai politik yang setelah tidak berkuasa untuk membanding-bandingkan pemerintahan sekarang dengan dirinya dulu," kata Viva.

"Apakah untuk tujuan meningkatkan elektoral partainya agar mendapat simpati rakyat, atau untuk mendiskreditkan pemerintahan Presiden Jokowi, atau terkena dampak post power syndrome?"

Mengenai kondisi perekonomian Indonesia saat ini, menurut Viva, tidak bisa lepas dari pengaruh ekonomi global.

Dampak perang dagang dan sistem proteksionisme Amerika Serikat, pandemi Covid-19, dan faktor eksternalitas ekonomi politik dikatakan Viva ikut mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia.

"Ide dan gagasan dalam berpolitik sangat penting untuk kesehatan demokrasi, agar kedaulatan rakyat dapat dilaksanakan dengan baik melalui pemilu yang berkualitas dan berintegritas. Saling menjaga etika pergaulan politik," kata Viva. [rangkuman laporan Suara.com]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini