Rivalitas antar suporter itu hanya 90 menit, saat di stadion mereka bernyanyi untuk memberikan dukungan.
"Rivalitas itu hanya 90 menit, setelah di luar stadion berteman semua, sahabat sesama suporter," ungkap dia.
Sementara itu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengakui jika yang memasang reklame bertuliskan Mataram Is Love di salah satu pintu Stadion Manahan Solo dirinya.
"Emang tak kon masang. Ini sebagai tindak lanjut, dan simbol perdamaian," tandasnya.
Gibran mengapresiasi adanya doa bersama terkait tragedi Kanjuruhan di Yogyakarta yang mengundang suporter Persis Solo.
"Kami mengapresiasi inisiatif dari para suporter. Ini sangat luar biasa sekali," papar dia.