Curhatan Warga Solo Perdana Gunakan Kompor Listrik: Awal-awal Jeglek, Masak Juga Tak Bisa Cepat

Penggunaan kompor listrik ini sesuai dengan program pemerintah untuk mengkonversi tabung gas lpg 3 kg ke kompor listrik.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 23 September 2022 | 18:00 WIB
Curhatan Warga Solo Perdana Gunakan Kompor Listrik: Awal-awal Jeglek, Masak Juga Tak Bisa Cepat
Warga Solo saat menggunakan kompor listrik. [Suara.com/Ari Welianto]

Menurutnya, pakai kompor listrik memang jika dibandingkan pakai gas. Tapi kalau pengin lebih cepat lebih enak pakai kompor gas daripada kompor listrik.

Supriyani mengatakan, penggunaan kompor listrik  juga harus didukung dengan peralatan masak yang memadai.

Karena peralatannya yang digunakan harus stainless semua, wajannya harus khusus kompor induksi.

"Memang sudah dapat satu wajan dan satu panci tapi kurang komplit. Harus stainless semua, wajannya harus khusus kompor induksi," papar dia.

Baca Juga:Pro Kontra Konversi Kompor Listrik: Gak Cocok Buat Masakan Indonesia?

Warga lain, Retno Mardi Ningsih mengatakan jika penggunaan kompor listrik harus pakai alat masak khusus. 

Ia pun mengakali tetap memakai kompos gas lpg 3 kg untuk memasak air. Karena kalau panci buat masak air lalu dipakai juga buat masak sayur tidak enak.

"Peralatan masak masih kurang memadai dan harus khusus, kalau pakai kompor gas semua bisa pakai. Saya masih memakai kompor gas," sambungnya.

Pakai kompor listrik, lanjut dia, lebih aman dan ramah untuk anak jika dibandingkan menggunakan kompor gas.

"Saat memasak tidak berbahaya ke anak-anak. Misal anak ikut lihat, tidak bahaya, anak usia 10 tahun bisa pakai sendiri seperti menaruh plastik sampingnya juga tidak terbakar," jelas dia.

Baca Juga:5 Perusahaan Dapat Cuan dari Program Kompor Induksi, Konglomerat Ikut Kecipratan

Tapi pemakai listrik lebih cepat habis, kebetulan memakai sistem pembayaran pulsa. Jika biasanya Rp 50 ribu, bisa untuk dua minggu, sekarang hanya bisa 10 hari saja.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini