Satu-satunya Murid Baru di SDN Sriwedari 197 Solo, Kisah Azzam Punya Cita-cita Jadi Pilot dan Tetap Semangat Belajar

Meski menjadi murid satu-satunya di kelas 1 di SD Sriwedari, Azzam tetap mengikuti proses belajar mengajar.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 13 Juli 2022 | 15:41 WIB
Satu-satunya Murid Baru di SDN Sriwedari 197 Solo, Kisah Azzam Punya Cita-cita Jadi Pilot dan Tetap Semangat Belajar
Azzam Ma'ruf Bi Qolbi (6), saat mengikuti proses belajar mengajar. [Suara.com/Ari Welianto) 

"Jadi kakaknya sering menemani bermain. Kadang saya ajak agar main dengan kakak kelasnya, mereka juga mau mengajak bermain atau sekedar jajan bareng," terangnya.

Diyan juga sering berkomunikasi dengan orang tuanya, apakah ada permasalahan atau tidak karena sementara ini tidak ada teman satu kelasnya.

"Alhamdulillah, orang tua memberi suport penuh. Sudah menitipkan kepada saya juga, sudah tahu kondisinya juga," ujar Diyan.

Sementara itu, Kepala SDN Sriwedari 197 Bambang Suryo Riyadi menjelaskan awalnya ada tiga siswa yang mendaftar di sini. Tapi dua pendaftar itu menjadikan SDN Sriwedari sebagai opsi kedua. 

Baca Juga:Arteria Dahlan Apresiasi Kapolri Tak Buru-buru Nonaktifkan Kadiv Propam Soal Kasus Polisi Tembak Polisi

"Ada dua siswa lain yang daftar sebenarnya. Mereka bukan ditolak, tapi mereka SDN Sriwedari hanya menjadi pilihan kedua, satu masuk di SD Tumenggungan, dan satunya SD Mangkubumen," papar dia.

Bambang menambahkan, sejak sistem zonasi diterapkan jumlah peserta didik baru terus mengalami penurunan. Tahun lalu hanya lima siswa saja, saat ini naik kelas 2 ada empat siswa, sedangkan satu siswa harus tinggal kelas. Sehingga kelas 1 saat ini ada dua siswa.

Selain sistem zonasi, penyebab lain yang membuat sekolahnya sepi peminat, karena di sekitar SDN sekarang berdiri perhotelan, perkantoran dan GOR. 

Dulu di sekitar sekolah itu permukiman penduduk yang jumlah masyarakat cukup banyak. 

"Sekarang sudah beralih fungsi menjadi perhotelan, perkantoran dan lapangan. Jumlah masyarakatnya sudah banyak berkurang," tandasnya.

Baca Juga:Real Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Kisah Kepsek 8 Tahun Antar Jemput Siswanya

Selain itu persaingan dengan sekolah swasta juga menjadi salah satu faktor. Apalagi sekolah swasta lebih awal membuka pendaftaran peserta didik baru.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak