facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Angka Kasus Stunting di Klaten Turun, Ternyata Berkat Program yang Luar Biasa dari Juwita

Budi Arista Romadhoni Rabu, 29 Juni 2022 | 16:47 WIB

Angka Kasus Stunting di Klaten Turun, Ternyata Berkat Program yang Luar Biasa dari Juwita
Anggota Juwita di Klaten saat memeriksa balita. [Dok Pemprov Jateng]

Program dari Juwita ternyata berhasil menurunkan angka stunting di Kabupaten Klaten

SuaraSurakarta.id - Program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng banyak diaplikasikan di daerah-daerah, bahkan di tingkat kecamatan di Jawa Tengah. Seperti yang dilakukan Puskesmas Juwiring, Kabupaten Klaten dengan inovasinya Juwita 1000 Harta.

Apa sih Juwita 1000 Harta? Ya, itu merupakan singkatan dari Juwiring Tanggap 1000 Hari Pertama Kehidupan. Inovasi tersebut diciptakan untuk mengurangi angka stunting, serta kematian ibu dan bayi. 

Nutrisionis Puskesmas Juwiring, Sri Sugiyanti menuturkan bahwa inovasi Juwita 1000 Harta sudah diciptakan sejak 2013 lalu, sebagai upaya menurunkan angka stunting, menurunkan bayi berat lahir rendah, mengurangi resiko kematian ibu dan bayi.

"Inovasi Juwita 1000 Harta ini merupakan upaya menurunkan stunting, menurunkan bayi berat lahir rendah, serta memgawal ibu hamil sampai 1000 hari kehidupan pertama," ujar Sugiyanti dikutip dari keterangan tertulis Rabu (29/6/2022).

Baca Juga: Ungkap Pendanaan Khilafatul Muslimin, Polres Klaten: Infak Wajib dan Sukarela Para Jamaah

Sistem kerja inovasi Juwita 1000 Harta, papar Sugiyanti, dengan membentuk Kampung Juwita di 19 desa yang ada di Kecamatan Juwiring. Tujuannya adalah mengawal dan memberi edukasi mulai dari remaja, pra nikah atau calon pengantin, kelas ibu hamil, hingga melahirkan 1000 hari pertama kehidupan.

"Semua tenaga kesehatan dan relawan di tiap desa, seperti Posyandu. Kegiatannya memberi tablet penambah darah kepada remaja putri, edukasi pra nikah, berkunjung ke ibu hamil untuk menskrining, jika ada resiko maka akan dilakukan pengawalan di tingkat atas seperti puskesmas ata ke rumah sakit. Selain itu, juga ada kegiatan demo pemberian makan bayi yang sehat baik ASI eksklusif maupun setelahnya," jelasnya.

Bagi ibu hamil yang telah mengikuti kelas ibu hamil, juga diberikan sertifikat dari Puskesmas setempat.

"Iya, kami ada wisuda dan pemberian sertifikat bagi yang telah mengikuti kelas ibu hamil," ungkapnya.

Inovasi Juwita 1000 Harta, yang dilakukan sebagai dukungan Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng itu membuahkan hasil yang cukup signifikan. Dari tahun 2013 angka cakupan program gizi mengalami tren positif di tahun 2021.

Baca Juga: Viral Video Aksi Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil di Klaten, Ini Ciri-ciri Pelaku

Angka stunting dari 13,38 % turun menjadi 6,3 %. Ibu Hamil KEK yang mulanya 19,38 % turun menjadi 17,6 %, Bayi Berat Lahir Rendah 7,8 % jadi 6,13 %. Sedangkan kesadaran ASI Eksklusif dari 74,79 naik menjadi 85,81, serta kesadaran Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dari 88,46 % jadi 95,01 %.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait