Untuk protokol kesehatan (prokes), lanjut dia, masih ada pengunjung yang tidak memakai masker dan lain-lain.
Masalah sampah juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.
"Ke depan harus lebih baik dan tertata lagi. Nanti kita tambahi tong-tong sampah dan toilet portabel," sambungnya.
Menurutnya, dibukanya kembali CFD merupakan salah satu upaya dalam memulihkan ekonomi yang terdampak akibat pembatasan kegiatan selama pandemi.
Pelaksanaan CFD ini bukan serta merta menjadi euforia berlebih sehingga lalai akan penerapan disiplin prokes.
Sementara itu salah satu pengunjung CFD, Diandra (41) mengaku sangat senang CFD dibuka lagi setalah dua tahun berhenti.
"Senang dan bahagia banget. Sudah dua tahun ini tidak ada CFD," ucap dia.
Saat CF biasa jalan-jalan bersama keluarga, setelah itu makan. Khawatir tetap tapi tidak terlalu walaupun virus Covid-19.
"Khawatir sih iya tapi tidak terlalu. Kayaknya Covid-19 nya sudah jauh, apalagi sudah vaksin ketiga," pungkas warga Jayengan ini.
Baca Juga:Pemkot Surakarta akan Tindak Tegas Reklame yang Tidak Berizin
Kontributor : Ari Welianto