facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sebut Presiden Jokowi yang Sudah Jadi Bebek Lumpuh, Rizal Ramli Sampaikan Saran Ini

Budi Arista Romadhoni Kamis, 12 Mei 2022 | 10:17 WIB

Sebut Presiden Jokowi yang Sudah Jadi Bebek Lumpuh, Rizal Ramli Sampaikan Saran Ini
Potret Ekonom senior Rizal Ramli. (Istimewa)

Ekonom senior Rizal Ramli memberikan beberapa saran kepada Presiden Jokowi yang diperiode keduanya telah jadi bebek lumpuh

SuaraSurakarta.id - Ekonom senior Rizal Ramli membeberkan saran untuk Presiden Jokowi yang sudah jadi bebek lumpuh diperiode keduanya. 

Melalui akun twitternya, Rizal Ramli mengatakan langkah yang harus dilakukan Presiden Jokowi adalah memecat menteri yang terindikasi KKN. 

"Banyak yang bertanya apa yang masih dapat menyelamatkan Jokowi. Sederhana, pecat menteri-menteri super KKN dan tukang Hoax dan PHP. Mungkin akan menolong," ucapnya, Rabu (11/05/2022). 

Namun, mantan Menteri Kemaritiman era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini meragukan keberanian Jokowi melakukan pemecatan tersebut. 

Baca Juga: Menegangkan! HP Jokowi Lepas dari Tangan Paspampres hingga Terjatuh ke Lantai, Ekspresi Muka Jokowi Disorot

"Tapi Jokowi tidak punya nyali karena tersandera oleh hutang dan budi yo wis," sambungnya. 

Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu Rizal Ramli pernah menyebut sosok Presiden Jokowi sudah tidak memiliki pengaruh kuat dalam mengurusi setiap permasalahan dalam negeri.  

Hal itu diperkuat dengan permasalahan minyak goreng yang hingga kini belum bisa dituntaskan oleh Menteri Perdagangan.  

Padahal Presiden Jokowi telah berkali-kali memerintahkan Menteri Perdagangan untuk segera mengusut dan menyelesaikan permasalahan minyak goreng.  

Berkaca dari permasalahan minyak goreng itulah Rizal Ramli menganggap bahwa Presiden Jokowi sudah tidak memiliki pengaruh dalam memegang kendali bangsa Indonesia ini.  

Baca Juga: 5 Hal yang Diwanti-wanti Presiden Jokowi Mengenai Bahaya yang Mengancam

Ia pun prihatin lantaran fenomena Lame Duck atau biasa diartikan melemahnya seorang kepala negara jelang berakhirnya masa jabatan terjadi terlalu dini.  

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait