Menurutnya, antusias pengunjung cukup bagus mulai awal lebaran hingga saat ini. Pada puncak grebeg syawalan ini diperkirakan ada sekitar 15.000 pengunjung.
"Antusias pengunjung bagus dan cukup banyak. Ini ada sekitar 15,000 pengunjung, sesuai surat edaran (SE) Wali Kota kapasitasnya 75 persen," ungkap dia.
Sementara itu Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa mengatakan jika kegiatan ini merupakan tradisi syawalan yang sudah ada. Dua tahun lalu tidak digelar karena pandemi Covid-19 dan tahun ini kembali digelar.
"Dua tahun lalu berhenti total, tahun ini dilaksanakan walaupun belum 100 persen maksimal. Tapi ini bagian yang tidak ingin Pemkot mengecewakan pengunjung yang hadir," jelasnya.
Baca Juga:Horee.. Taman Kebun Binatang Solo Sudah Dibuka Untuk Semua Umur Lur!
Teguh menambahkan, jika mudik lebaran disambut baik dan meriah oleh masyarakat Indonesia khususnya Kota Solo. Sehingga kegiatan-kegiatan seperti ini dipersiapkan untuk masyarakat.
"Jadi dengan komitmen pemerintah pusat yang telah membuka kran untuk mudik betul-betul disambut oleh seluruh masyarakat dengan gembira. Ini dibuktikan dengan seluruh ruas jalan macet, dan tempat wisata ramai, ini bisa menjadi titik balik setelah dua tahun bakum," papar dia.
Teguh pun punya usulan dan masukan agar pertunjukan Jaka Tingkir kedepan tidak hanya menyeberang di tengah pulau di TSTJ tapi berjalan di Sungai Bengawan Solo.
Mungkin berlayar dari Taman Jogo Kali Pucang Sawit menuju TSTJ. Tinggal bagaimana nanti pengunjung bisa melihat tetap dari kawasan TSTJ.
"Saya baru kali ini ikut syawalan. Saya kira Jaka Tingkir di Sungai Bengawan Solo tenan ternyata di sini. Mungkin ke depan ditata lagi, mungkin nanti berlayar di Sungai Bengawan Solo dan pengunjung tetap bisa nonton di TSTJ, ini harus direncanakan sedemikian rupa," tandasnya.
Baca Juga:Kebun Binatang Jurug Tetap Beroperasi Selama PPKM Darurat
Kontributor : Ari Welianto