Khusyuknya Santri di Solo Membaca Alquran di Bawah Temaram Sentir dan Lilin dalam Menyambut Malam Lailatul Qadar

Para santri, baik yang berada di dalam maupun selasar masjid nampak antusias menjalankan tradisi membaca kitab Alquran dengan penerangan kuno yaitu sentir dan lilin.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 26 April 2022 | 11:10 WIB
Khusyuknya Santri di Solo Membaca Alquran di Bawah Temaram Sentir dan Lilin dalam Menyambut Malam Lailatul Qadar
Santri Pondok Pesantren Baitul Mustofa, Solo khusyuk membaca Alquran dengan penerangan kuno yaitu sentir dan lilin, Senin (25/4/2022) malam. Kegiatan itu merupakan tradisi dalam rangka menyambut Malam Lailatul Qadar. [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]

SuaraSurakarta.id - Senin (25/4/2022) malam, sayup-sayup terdengar pelantunan ayat-ayat suci Alquran dari Pondok Pesantren Baitul Mustofa, Mojosongo, Solo.

Para santri, baik yang berada di dalam maupun selasar masjid nampak antusias menjalankan tradisi membaca kitab Alquran dengan penerangan kuno yaitu sentir dan lilin.

Belasan santri, baik laki-laki maupun perempuan nampak merdu melantunkan ayat-ayat suci di bawah temaram lilin.

Tradisi itu selalu dijalankan pondok pesantren tersebut dalam menyambut Malam Lailatul Qadar, malam yang paling ditunggu-tunggu saat bulan Ramadhan.

Baca Juga:Potret Santri di Solo Khusyuk Membaca Alquran di Bawah Temaram Sentir dan Lilin Sambut Malam Lailatul Qadar

Kepala MI Ulumul Quran Ali Bin Abi Tholib, Kedung Tungkul, Mojosongo, Solo, Diah Sukmawati memaparkan, membaca Alquran dengan tradisi menggunakan sarana sentir dan lilin ini memiliki filosofi, yakni memberi penerangan. 

Dengan simbol sentir diharapkan para remaja dan anak-anak memberikan penerangan antarsesama umat manusia.

"Sehingga dapat memberikan kesejukan kepada masyarakat. Sedangkan kegiatan ini sejak lama. Tapi masa pandemi tahun 2020 sempat dihentikan," ungkap Diah kepada awak media disela kegiatan.

Dia menambahkan, khataman Alquran dalam rangka mendapatkan malam Lailatul Qadar. Sehingga, diadakan di malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan.

"Selain itu, membaca, menghafal dan mempelajari Alquran bisa menjadikan jujur akan dosa-dosanya yang diperbuat, tidak mengulangi kesalahannya, dan selalu berprasangka baik kepada Allah," tuturnya.

Baca Juga:Main Bersama, 5 Momen Pertemuan Rafathar dan King Faaz

Salah satu santri Arden, mengaku sudah empat kali ini mengikuti bacaan Alquran setiap ramadhan dengan puluhan peserta lainnya. 

Meski era sekarang sudah modern, dia menyebut membaca Alquran disaat bulan Ramadhan menggunakan penerangn sentir dan lilin menambah khusyuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak