Tapi besaran uang itu tidak pernah terpenuhi sama sekali, terakhir anak-anak terima itu Rp 300.000. Itu diterima sekitar dua bulan lalu.
"Itu jelas tidak cukup, karena anak-anak juga perlu sekolah," tuturnya.
Anak keduanya itu sebenarnya pendiam tapi jiwa itu memang berontak. Tapi tahu bapaknya seperti malah karakternya jadi keras.
Setelah bercerai pada 2020 lalu dan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, Kartini memutuskan untuk bekerja di Jakarta.
Ia berangkat ke Jakarta pada, 20 Desember 2021 kemarin. Perlakuan anak-anak selama ini ke Dila, biasa saja dan tidak ada masalah.
"Tapi kurang tahu setelah saya tinggal ke Jakarta. Pernah cerita, kalau Dila bandel, tidak mau nurut, sering ngambil uang di warung," papar dia.
"Tapi saya beri nasehat mereka, mungkin adikmu pengin jajan, ya ga apa-apa, berapa sih yang diambil nanti biar umi ganti," ujar ibu tiga anak ini.
Ia dapat kabar soal ini dari menantunya yang telepon sambil menangis dan minta segera pulang. Tapi tidak dikasih tahu kenapa.
Waktu itu dirinya sedang berbuka puasa tapi tidak mendengar kalau ada telepon. Karena perasaan tidak enak, ia hanya berbuka minum air putih dan makan kurma saja.
Baca Juga:Cerita Tetangga Bocah TK Asal Kartasura yang Meninggal Dianiaya Kakak Angkat: Pernah Diikat Rafia
"Lalu saya naik dan langsung buka HP, ini kenapa ada panggilan banyak sekali. Saya langsung telepon balik dan tanya ada apa?, mantu saya langsung nangis dan saya minta cerita kenapa. Mi, Dila ga ada, umi pulang, umi pulang," jelasnya.