Menurutnya, nama Jatisobo berasal dari cerita bahwa di daerah ini ada sebuah pohon jati besar. Konon karena saking besarnya itu bayangannya sampai ke Keraton Kasunanan Surakarta.
Waktu itu PB IV berminat minta pohon jati itu dan mengganti dengan pohon yang berasal dari Danalaya, Wonogiri.
"Akhirnya kayu jati itu dipakai untuk bangun Masjid Jatisobo. Jatisobo itu berasal dari kata jati dan sebo (sowan)," ujarnya.
Pada Masjid Jatisobo ini di bagian timur ada semacam perpustakaan kecil. Konon, dulu dipakai PB IV untuk belajar kitab-kitab dengan bimbingan Kyai Khotib Iman.
Masjid Agung Jatisobo juga terdapat makam, yang diyakini makam tersebut merupakan makam Kyai Khotib Iman.
Pada kusen pintu masjid terdapat tulisan angka 1837 dan 1325 H. Masa itu merupakan pemerintahan PB VII di Keraton Kasunanan. Kono, ceritanya Sinuhun PB IX sering melakukan salat jumat dan memberikan khutbah," jelas dia.
Sementara itu, ketua Takmir Masjid Jatisobo Adi Sarmoko mengatakan jika perbaikan dan penambahan terus dilakukan di sejumlah bangunan masjid.
Bahkan ada sedikit perubahan, khususnya di utara dan selatan tambahan. Sedangkan di dalam masih utuh.
"Dibangunan luar ditinggikan 30 cm, tembok dan tiang kayu diganti cor," ucapnya.
Dibangun juga menara untuk tempat pengeras suara atau toa pada 2017 lalu.