Wariskan Tradisi Sedekah Bubur, Masjid Darussalam Dibangun Oleh Saudagar Banjar yang Merantau ke Kota Solo

Masjid Darussalam tersebut memiliki sejarah panjang. Keberadaannya tidak lepas dari perantauan warga Banjar, Martapura, Kalimantan Selatan ke Kota Solo

Budi Arista Romadhoni
Senin, 04 April 2022 | 17:24 WIB
Wariskan Tradisi Sedekah Bubur, Masjid Darussalam Dibangun Oleh Saudagar Banjar yang Merantau ke Kota Solo
Sejarah Masjid Darussalam Jayengan Solo dan jejak saudagar dari Banjar. (suara.com/ari welianto) 

SuaraSurakarta.id - Masjid Darussalam yang berada di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan merupakan salah satu masjid kuno di Kota Solo

Masjid Darussalam tersebut memiliki sejarah panjang. Keberadaannya tidak lepas dari perantauan warga Banjar, Martapura, Kalimantan Selatan ke Kota Solo. 

Warga Banjar sudah merantau ke Solo mulai sekitar 1890 an sebagai saudara permata. Karena daerah Banjar, Martapura, Kalimantan Selatan merupakan penghasil batu mulia

"Nenek moyang kita, abah-abah kita, itu datang ke Solo ini pada 1890 an. Dalam perkembangan terus bertambah dan turun temurun hingga sekarang," ujar Ketua Takmir Masjid Darussalam Jayengan, Rosyidi Muhdhor saat ditemui, kemarin.

Baca Juga:Dua Tahun Mandek, Tradisi Bubur Banjar Samin di Masjid Darussalam Solo Akhirnya Kembali Digelar

Sebelum sebagai masjid, awalnya sebuah mushola (langgar) bernama Langgar Jayengan Darussalam. 

Selama berada dan tinggal di Solo, kemudian bisa membeli tanah untuk dijadikan tempat ibadah seharga Rp 500,.

"Tanah yang dibeli itu akhirnya dibangun Langgar Jayengan Darussalam. Berdiri sebagai masjid itu baru tahun 1965," terang salah satu keturunan warga Banjar ini.

Mulai dibangun langgar itu pada tahun 1910 dan selesai 1911. 

Selama di Solo hubungan warga Banjar yang merupakan saudagar dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat cukup baik.

Baca Juga:Ini Jadwal Waktu Buka Puasa di Kota Solo Hari Ini 3 April 2022

Tidak hanya dengan keraton, tapi juga dengan warga China dan Arab yang ada di Solo waktu itu.

"Dulu saudagar dari Banjar punya hubungan yang luas dengan keraton, China, dan Arab. Sehingga bisa berdiri sebuah masjid," katanya. 

Lama kelamaan, warga Banjar banyak yang beranak pinak di Solo. Mereka merasa betah di Solo tidak pulang ke daerah asal tapi menetap di Solo dan menikah dengan warga Solo.

"Mereka tersebar tidak hanya di Solo, ada di Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, Sragen Semarang, hingga Tulung Agung. Mereka itu keturunan warga Banjar yang awalnya merantau di Solo," jelas dia.

Diceritakan, dulu warga perantau dan keturunan Banjar sering mengadakan buka puasa saat bulan Ramadhan.

Menu yang disajikan khas Banjar, salah satunya Bubur Samin. Lama kelamaan disepakati bersama yang dijadikan tradisi saat bulan puasa hingga sekarang adalah bubur samin  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini