Namanya Masjid Darussalam yang berada di Daerah Jayengan Kidul Kecamatan Serengan, Solo, Jawa tengah, berdiri bersamaan dengan hadirnya beberapa perantau dari Banjar, Kalimantan Selatan ke Solo.
Berdirinya Masjid Darussalam ini tidak terlepas dari peranan beberapa perantau asal Banjar.
Bahkan juga budaya Banjar yang rekat, mengakar dari dahulu masih berasa di masjid itu, satu salah satunya pembagian bubur samin itu.
5. Masjid Laweyan
Baca Juga:Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Tarawih Pertama
![Masjid Laweyan Solo [Suara.com/Ari Welianto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/25/91018-masjid-laweyan-solo.jpg)
Dibangun tahun 1546 di periode Kerajaan Papang jauh saat sebelum berdirinya Surakarta (1745M), Masjid Laweyan Solo didaulat sebagai masjid paling tua.
Kerajaan itu sebagai cikal akan kesultanan Mataram yang selanjutnya pecah jadi Kasunanan Surakarta dan Ngayogyakarta.
Masjid Laweyan sebagai bukti riil penyebaran Islam, sampai tanah Jawa.
Berkaitan keadaan bangunan, masjid yang berada di Jl Liris No 1 Papang Laweyan, Daerah Batik Laweyan, Desa Belukan RT 4, RW 4, Kelurahan Papang, Kecamatan Laweyan, Surakarta ini tetap berdiri kuat.
Baca Juga:Bacaan Bilal Tarawih Bukan Hanya Tanda Sholat, Begini Manfaat dan Cara Jamaah Menjawabnya