SuaraSurakarta.id - Kelangkaan minyak goreng curah terjadi di berbagai daerah. Salah satunya adalah di Kabupaten Boyolali.
Stok minyak goreng curah di Pasar Tradisional Boyolali sulit dicari, dan jika ada persediaannya terbatas serta harga dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).
Sejumlah pedagang menyatakan stok minyak goreng curah lagi kosong, karena tidak ada pasokan barang dari sales dan jika ada persediaan terbatas serta harga dijual antara Rp18.000/kg hingga Rp20.000/kg.
Padahal, harga minyak goreng curah sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11/2022, disebutkan bahwa harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan dijual Rp14.000/liter atau Rp15.500/kg.
Baca Juga:Harga Gula Diprediksi Naik Setelah Minyak Goreng, Warganet Nangis: Capek Banget!
Sumarni (40) salah satu pedagang di Pasar Boyolali Kota mengatakan minyak goreng curah di Pasar Boyolali Kota memang baru sulit ditemukan. Pedagang rata-rata telah habis stoknya dan belum mendapatkan pasokan lagi.
"Harga minyak goreng curah dijual rata-rata Rp20.000/kg," kata Sumarni dikutip dari ANTARA Kamis (24/3/2022).
Dia menjelaskan ingin mendapatkan minyak goreng curah sebanyak dua jerigen ukuran 17 kg harus antrean di Pasar Legi Solo. Jika waktunya terlambat stok minyak goreng curah sudah habis.
"Kalau minyak goreng kemasan atau premium stok masih ada tetapi harga cukup tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Boyolali Karseno menjelaskan masalah stok minyak goreng curah di Boyolali yang sulit dicari dan pada umumnya di wilayah Solo Raya juga mengalami sama.
Baca Juga:Katai Emak-emak Hanya Menggoreng, Omongan Megawati Disebut Bentuk Perhatian
"Stok minyak goreng curah memang terbatas karena Boyolali tidak ada distributor. Jadi jelas dengan hal itu, Boyolali harus menunggu pasokan dari sales asal Solo, Klaten, Salatiga, Semarang dan daerah lainnya," katanya.
- 1
- 2