Kisah Pembunuhan di Bangkalan yang Dilatari Tuduhan Lakukan Santet

N memukul pamannya sampai beberapakali ketika sudah tidak berdaya. Lalu dia tinggalkan korban bersama gerobak rumput.

Siswanto
Jum'at, 11 Maret 2022 | 10:49 WIB
Kisah Pembunuhan di Bangkalan yang Dilatari Tuduhan Lakukan Santet
Ilustrasi garis polisi [suara.com/Nur Habibie]

SuaraSurakarta.id - N sudah merencanakan membunuh pamannya sendiri, NS. Dia menyiapkan sebuah kayu sebelum pergi mencari rumput bersama NS pada hari itu.

Kedua petani ini berasal dari Dusun Larangan Barat, Desa Tagungguh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.

Sampai di sawah yang keadaannya sepi, N langsung menyerang NS. Dia menghantam kepala bagian belakang NS dengan kayu sampai jatuh tersungkur.

N memukul pamannya sampai beberapakali ketika sudah tidak berdaya. Lalu dia tinggalkan korban bersama gerobak rumput.

Baca Juga:Viral Kasus Carok Satu Lawan Tiga di Sebuah Rumah Makan Bangkalan Madura, Penyebabnya Karena Sakit Hati

Curiga santet istri dan mertua

Sebelum meninggal dunia, istri dari N sering sakit-sakitan. Kemudian dia meninggal dunia.

Mertua dari N kemudian juga meninggal dunia.

N curiga mereka menjadi korban santet yang dilakukan NS. Dari situ, dia merencanakan membunuh pamannya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengatakan  kejadian itu bermula saat mertua dan istri pelaku meninggal dalam waktu yang berdekatan.

Baca Juga:Viral Video Carok Berdarah Satu Lawan Tiga di Bangkalan Madura

“Ia kemudian merencanakan untuk membunuh korban dan menyiapkan sebilah kayu,” kata Sigit, Kamis (10/3/2022).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini