Persiapan Jumenengan KGPAA Mangkunegara X, Sejumlah Titik di Pura Mangkunegaran Akan Diamankan

Pura Mangkunegaran terus melakukan persiapan untuk penobatan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai KGPAA Mangkunegara X.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 08 Maret 2022 | 19:44 WIB
Persiapan Jumenengan KGPAA Mangkunegara X, Sejumlah Titik di Pura Mangkunegaran Akan Diamankan
Sejumlah petugas gabungan sedang meninju persiapan Jumenengan Dalem KGPAA Mangkunegara X. [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraSurakarta.id - Upacara Jumenengan Dalem Kanjeng Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara X tinggal empat hari lagi.

Pura Mangkunegaran terus melakukan persiapan untuk penobatan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai KGPAA Mangkunegara X, Sabtu (12/3/2022).

Berbagai koordinasi terus terus dilakukan, salah satunya dengan pihak keamanan yang digelar, Selasa (8/3/2022).

"Seksi keamanan sudah ploting-ploting nanti titik-titik mana yang perlu diamankan. Pokoknya kita sebagai kepanitiaan dari abdi dalem, untuk persiapan boleh dikata sudah 75 persen," terang Pengageng Wedhana Pura Mangkunegaran Surakarta, KRMT Lilik Priarso Tirtodoningrat saat ditemui, Selasa (8/3/2022).

Baca Juga:Profil GPH Bhre Cakrahutomo, Raja Mangkunegara X yang Masih Berusia 24 Tahun, Sabet Juara Internasional!

Menurutnya, untuk undangan upacara jumenengan sudah disebar semua. Tamu yang diundang itu hanya 300 undangan karena memang dibatasi.

Lilik pun tidak mengetahui tamu yang sudah konfirmasi untuk datang pada jumenengan nanti. 

"Kita ada batasan 300 tamu undangan. Saya tidak tahu tamu sudah konfirmasi undangan siapa, kalau itu urusan bagian undangan," katanya.

Undangan untuk trah keturunan Mataram Islam sudah diberikan. Bahkan undangan buat Raja Keraton Kasunanan Surakarta, PB XIII Hangabehi diserahkan langsung oleh GPH Bhre.

Sedangkan untuk Kasultanan Yogyakarta dan Pakualaman ada utusan yang ke sana. Karena mengingat jarak dan waktu.

Baca Juga:BREAKING NEWS! GPH Bhre Cakrahutomo Diduga Kunjungi Keraton Kasunanan Surakarta, Bertemu Raja Solo?

"Kita sudah aturi, ini tradisi jadi tidak aneh. Kita biar kekeluargaannya tetap rukun sebagai penerus Mataram Islam," ungkap dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini