Menolak Ajakan Mogok Membuat Tahu dan Tempe, Perajin di Sukoharjo: Kita Tetap Produksi, Karena Angsuran Masih Banyak

Ajakan mogok memproduksi tahu dan tempe pada tiga hari ini tidak dilakukan oleh perajin di Sukoharjo, mereka tetap produksi makanan olahan kedelai tersebut

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 22 Februari 2022 | 09:55 WIB
Menolak Ajakan Mogok Membuat Tahu dan Tempe, Perajin di Sukoharjo: Kita Tetap Produksi, Karena Angsuran Masih Banyak
Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat meninjau perajin tahu di wilayah Kartasura, Sukoharjo, Senin (21/2/2022). [suara.com/ari welianto]

"Saya dapat edaran lewat Wa beberapa hari lalu. Kita tetap produksi tidak ada acara mogok. Karena angsuran masih banyak," tandasnya.

Karena selama ini para perajin tahu ketergantungan dengan kedelai impor. Sedangkan untuk kedelai lokal tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan perajin tahu.

"Jadi kita mau demo atau apa percuma saja. Malah tidak ada produksi, tidak ada pemasukan juga," ucap dia.

Kenaikan harga kedelai saat ini yang paling tinggi hingga Rp 11.000 per kilo. Berharap kepada pemerintah bisa dibantu harga kedelai supaya bisa produksi lebih banyak lagi.

Baca Juga:Perajin Mogok Produksi karena Harga Kedelai Mahal, Pedagang Warteg di Cakung Ikut Kena Imbas Sepi Pembeli

"Kita berharap harga kedelai diturunkan. Kalau bisa harga jangan terus naik, kita patok harga berapa, jadi kita jualnya di pasar enak," jelas dia.

"Ini kenaikan tertinggi. Dulu kita pernah demo saat harga naik menjadi Rp 8.000, sekarang melebihi target. Jadi kita menyikapi penjualan pusing, harus putar otak," tandasnya.

Kontributor : Ari Welianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini