facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini 7 Resiko Konsumsi Minuman Bersoda Secara Berlebihan, Diabetes Hingga Menjadi Penyebab Kematian

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 21 Januari 2022 | 06:55 WIB

Ini 7 Resiko Konsumsi Minuman Bersoda Secara Berlebihan, Diabetes Hingga Menjadi Penyebab Kematian
Ilustrasi minuman soda. (Shutterstock)

Konsumsi minuman bersoda berlebihan akan menggagu kesehatan, ini ulasannya

Menurunkan atau mempertahankan berat badan bisa lebih mudah jika Anda tidak minum soda setiap hari.

Sebuah studi November pada 2017 di American Journal of Public Health melacak lebih dari 115.000 wanita Meksiko selama periode 2 tahun dan mengamati minum lebih sedikit soda dikaitkan dengan penurunan berat badan.

6 Tulang dan gigi bisa melemah

Ilustrasi Tulang Kuat. (shutterstock)
Ilustrasi Tulang Kuat. (shutterstock)

Minum soda setiap hari terutama bila menjadikannya sebagai pengganti air, dapat merusak email gigi. Kombinasi asam dan gula dari minuman soda dapat menyebabkan enamel gigi melemah, yang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

Baca Juga: Gigi Kuning Bikin Tak Percaya Diri, Hindari 4 Minuman Ini!

Selain gigi, soda juga dapat membahayakan kesehatan tulang.

"Soda, terutama cola, dapat meningkatkan risiko osteoporosis," kata Michelle Rauch, RDN.

Banyak dari minuman bersoda ini mengandung fosfor (sering terdaftar sebagai 'asam fosfat' atau 'fosfat'), yang meningkatkan ekskresi kalsium dalam urin Anda. Selain itu, kafein dalam soda dapat mengganggu penyerapan kalsium dan menyebabkan pengeroposan tulang jika sering diminum.

"Jadi, penting untuk memastikan diet Anda mencakup cukup kalsium dan vitamin D untuk mengurangi risiko," tutur Rauch.

Minum soda setiap hari berarti Anda mungkin tidak minum banyak air atau susu berkalsium tinggi.

Baca Juga: Cara Memilih Makanan Manis Tanpa Takut Gula Darah Naik

"Jika asupan kalsium seseorang rendah, dan ada asupan tinggi minuman yang mengandung fosfor, maka itu menempatkan seseorang pada risiko tinggi memiliki kepadatan tulang yang rendah dan peningkatan risiko patah tulang dan osteoporosis," kata Rauch.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait