Termakan Zaman, Kisah Sopir Angkot di Wonogiri yang Bersaing dengan Transportasi Online

Selain pandemi Covid-19 yang berdampak banyak pada sepinya penumpang angkot di Wonogiri, keberadaan transportasionlinejuga punya andil

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 29 Desember 2021 | 10:54 WIB
Termakan Zaman, Kisah Sopir Angkot di Wonogiri yang Bersaing dengan Transportasi Online
Angkot terparkir di Terminal Tipe C Wonogiri, Selasa (28/12/2021). [Solopos.com/Luthfi Shobri Marzuqi]

SuaraSurakarta.id - Transportasi umum menjadi sektor yang terdampak disaat Pandemi Covid-19. Dilarangnya orang-orang berkumpul membuat angkutan kota (angkot) makin ditinggalkan oleh masyarakat. 

Menyadur dari Solopos.com, Purwanto, 45, yang bekerja sebagai sopir angkot di Wonogiri seringkali harus cepat-cepat memberangkatkan penumpang yang sudah duduk di mobilnya. Padahal, penumpang belum penuh.

Alasannya, masyarakat kini tak banyak yang menggunakan moda transportasi umum, seperti angkot untuk bepergian ke tempat tujuan mereka. Jika ia menunggu lebih lama, alih-alih mendapat penumpang, ia justru takut penumpangnya buru-buru pindah ke angkot lain.

Pandemi Covid-19 yang berdampak pada bidang pendidikan mengharuskan pelajar untuk belajar dari rumah. Hal ini turut memengaruhi Purwanto dan sopir angkot lainnya yang berharap lebih banyak penumpang dari kalangan pelajar.

Baca Juga:Terjun ke Sungai Usai Tabrak Pengendara, Sopir Angkot di Medan Serahkan Diri ke Polisi

“Sebelum pandemi Covid-19 ini kan banyak anak sekolah yang memakai angkot [menuju] ke sekolahnya. Jadi perputaran uangnya, meski sedikit-sedikit pasti ada. Lumayan lah, kalau pelajar cukup bayar Rp2.000 sedangkan umum bayarnya Rp3.000,” kata Purwanto ketika ditemui di Wonogiri Selasa (28/12/2021).

Sepinya penumpang juga dialami Mulyadi, 35. Beda dengan Purwanto, pada Selasa (28/12/2021) sekitar pukul 09.00 WIB, Mulyadi telah selesai menurunkan penumpang. Terlihat di saku bajunya beberapa lembar uang kertas terlipat rapi.

Selama pandemi Covid-19, Mulyadi mengatakan penumpang sepi lebih dikarenakan masyarakat takut pergi ke pasar. “Masyarakat mungkin takut ke pasar selama pandemi Covid-19, jadi memilih belanja ke pedagang sayur dekat rumahnya. Selama pandemi itu saya lihat-lihat memang banyak yang buka usaha sayur dari rumah masing-masing,” ujar Mulyadi.

Baik Purwanto, Mulyadi, maupun sopir angkot lainnya, saat ini hanya ngetem sampai pukul 15.00 WIB. Sepinya masyarakat yang menggunakan angkot sebagai moda transportasi umum, sempat menjadi perhatian pemerintah. Para sopir angkot mengaku mendapat bantuan langsung tunai yang dikirim ke rekening mereka.

“Dulu pernah dapat bantuan senilai Rp600.000. Semua sopir angkot dapat. Tapi cuma tiga kali saja, habis itu enggak dapat bantuan lagi sampai sekarang,” tutur sopir angkot Wonogiri, Mandra, 51, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga:Viral Video Sopir Angkot Dianiaya Pakai Helm oleh Pemotor yang Ugal-ugalan

Transportasi Online

Selain pandemi Covid-19 yang berdampak banyak pada sepinya penumpang angkot, keberadaan transportasi online juga punya andil. Transportasi online diminati masyarakat karena bisa menjemput dan mengantar penumpang dari mana saja, berbeda dengan angkot yang harus berjalan sesuai jalur yang ditetapkan.

“Yang kadang susah, banyak driver online yang menjemput dan memberhentikan penumpang di sembarang tempat. Misalnya di sini [Pasar Kota Wonogiri] kan sebenarnya zona merah untuk transportasi online. Jadi kadang-kadang kalau ada yang nekat itu menimbulkan kecemburuan bagi kami,” ujar Mandra.

Ketika melihat transportasi online memberhentikan penumpangnya di zona merah, sopir-sopir angkot mengingatkan dan menasihati mereka.

Menurunnya jumlah penumpang angkot membuat para sopir angkot melakukan usaha sampingan. Mulyadi misalnya. Di rumah sepulang mencari penumpang, ia dan istrinya berjualan makanan.

Namun hal itu tidak bisa dilakukan sopir angkot lain seperti Mandra dan Purwanto. Mereka hanya mengandalkan bekerja sebagai sopir angkot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak