facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Minyak Goreng Meroket Jelang Nataru, Politisi PDIP Beri Komentar Menohok

Ronald Seger Prabowo Rabu, 22 Desember 2021 | 10:00 WIB

Harga Minyak Goreng Meroket Jelang Nataru, Politisi PDIP Beri Komentar Menohok
Purwanto memegang dua botol minyak goreng dalam kemasan di Pasar Beringharjo, Kemantren Ngupasan, Kota Jogja, Kamis (2/12/2021). - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Sedangkan untuk kebutuhan bahan pokok lain masih terjaga dengan baik.

SuaraSurakarta.id - Harga minyak goreng menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) nanti menjadi perhatian serius bagi pemerintah. 

Pasalnya saat ini harga minyak goreng di masyarakat terus merangkak naik. Sedangkan untuk kebutuhan bahan pokok lain masih terjaga dengan baik.    

Meski demikian, ada kemungkinan kenaikan harga untuk sejumlah bahan pokok saat perayaan Nataru nanti. 

"Ini sektor yang mengagetkan itu harga minyak goreng, yang awal harganya Rp 11.000 bisa sampai Rp 20.000 dan mungkin hari ini harganya Rp 21.000," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima saat ditemui, Selasa (21/12/2021).  

Baca Juga: Ruhut Sebut Baliho Puan Maharani di Lokasi Erupsi Sejukan Hati para Korban

Aria Bima mengatakan, pemerintah berusaha untuk melakukan berbagai skenario untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak goreng. 

"Dari kemarin penggunaan iuran sawit sampai ke Domestic Market Obligation (DMO). Tapi DMO katanya akan juga mengubah struktur harga, kalau kita sampai DMO yang 20 persen kebutuhan nasional minyak goreng. Maka besok akan kita lanjutkan dulu tentang persoalan harga minyak goreng," kata dia. 

Kalau kebutuhan bahan pokok lainnya, lanjut dia, relatif stabil hanya minyak goreng yang naik. Untuk harga telur sudah mulai membaik disekitar Rp 22.000. 

"Saya kira karena situasi konsumsi belum begitu tinggi, juga pembatasan untuk mobilisasi mobilitas ASN, TNI dan Polri tidak diperbolehkan ke luar kota, saya tidak melihat lonjakan konsumsi tinggi di Nataru ini," ungkapnya.

Aria Bima menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng disebabkan dengan naiknya harga sawit di internasional. Sehingga kecenderungan produsen sawit CPO melakukan ekspor, maka DMO belum dijalankan. 

Baca Juga: Sumsel Gelar Pasar Murah Minyak Goreng di 9 Lokasi, Harga Jual Rp14.000 Per Kg

"Ini yang masih harus dipantau dan walaupun hanya sekadar minyak goreng akan cenderung bisa mendongkrak inflasi. Saat Nataru nanti terus menjaga, inflasi jangan sampai turun," tandas dia. 

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait