Perhatikan Tumbuh Kembang Anak, Ini Peran Rehabilitasi Medis pada Disabilitas

Gangguan tumbuh kembang anak perlu diantisipasi sejak dini. Termasuk gangguan fungsi yang menyebabkan seseorang tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari atau disabilitas

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 12 Desember 2021 | 09:58 WIB
Perhatikan Tumbuh Kembang Anak, Ini Peran Rehabilitasi Medis pada Disabilitas
Ilustrasi disabilitas. Gangguan tumbuh kembang anak perlu diantisipasi sejak dini. Termasuk gangguan fungsi yang menyebabkan seseorang tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari atau disabilitas. (unsplash)

"Jika sensori dasar anak tidak optimal, maka anak akan salah mengartikan proses sensori yang diterima sehingga memunculkan perilaku yang tidak sesuai, contohnya anak ketakutan berlebih saat mendengar suara blender," kata Mahasin.

Menurut dia, ketidakoptimalan ini mempengaruhi kemampuan atensi dan kepercayaan diri anak. Di sisi lain, pola tidur yang terlalu malam dapat mempengaruhi kemampuan metabolisme anak serta menghambat proses plastisitas otak anak yang sedang dalam proses tumbuh kembang.

Mahasin menegaskan kembali, orang tua perlu untuk mengenali profil sensori anak jika dirasa mengalami gangguan dan segera mendapatkan bantuan dari ahli kesehatan sesegera mungkin.

Identifikasi dan intervensi dini berupa terapi dapat berdampak signifikan pada kemampuan anak untuk mempelajari keterampilan baru, serta mengurangi kebutuhan akan intervensi yang mahal dari waktu ke waktu.

Baca Juga:Viral Prajurit TNI AU Usir Mertua Disabilitas, Kopral Mesman Terancam Dijerat Sanksi

Lebih khusus mengenai pengoptimalan fungsi sensoris anak, Mahasin memberikan beberapa tipsnya. Menurut dia, salah satu kiatnya yakni orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplor lingkungannya.

"Fasilitasi mereka ketika bermain dan belajar dengan melibatkan seluruh komponen sensori anak, jangan terlalu sering melarang anak, namun pastikan lingkungannya aman dan diawasi," tutur dia.

Kiat berikutnya, orang tua perlu mengatur pola tidur anak agar tidak terlalu malam, membatasi makanan yang mengandung tinggi gula khususnya pada anak-anak hiperaktif.

Sementara pada anak-anak dengan autisme disarankan untuk melakukan diet terkontrol baik diet sensori atau diet makanan tertentu sesuai petunjuk dari dokter.

Orang tua disarankan tidak memberikan gawai pada anak di bawah 2 tahun. Sementara pada anak usia 2 tahun, gawai bisa diberikan namun perlu ada batasan waktu layar dalam sehari yakni maksimal 1 jam dengan pendampingan.

Baca Juga:Terungkap! Ini Tantangan Kelompok Disabilitas Saat Menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19

Hal ini agar perkembangan sensoris anak tidak terabaikan, karena menurut Mahasin banyak perkembangan yang terabaikan jika anak menonton gawai.

Selain itu, orang tua perlu meluangkan waktu main dengan anak di rumah minimal 10 menit setiap harinya tanpa gawai dan distraksi lainnya, rutin memantau perkembangan anak dan bila metasa anak mengalami gangguan, maka segeralah berkonsultasi ke klinik tumbuh kembang dan rehabilitasi medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
[ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak