facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bermutasi Lebih Cepat, India Laporkan Temuan Kasus Varian Omicron

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 04 Desember 2021 | 20:56 WIB

Bermutasi Lebih Cepat, India Laporkan Temuan Kasus Varian Omicron
Ilustrasi varian Omicron. Virus Omicron ditemukan di India, varian tersebut bermutasi lebih cepat daripada delta. (Dok. Envato)

Virus Omicron ditemukan di India, varian tersebut bermutasi lebih cepat daripada delta

SuaraSurakarta.id - Kasus COVID-19 varian Omcron terus menyebar di negara-negara dunia. India melaporkan kasus  virus Omicron pada Sabtu (4/12/2021) saat jumlah keseluruhan kasus COVID-19 hampir mencapai 35 juta, kata pejabat pemerintah.

Pejabat di negara bagian Gujarat barat mengatakan pasien tersebut adalah pria India berusia 72 tahun yang tinggal di Zimbabwe selama puluhan tahun dan pulang ke tanah air pada 28 November.

India mencatat 8.603 kasus baru pada Sabtu, sehingga secara keseluruhan berjumlah 34,62 juta kasus. Kematian juga naik 415 menjadi 470.530 kematian.

Perdana Menteri Narendara Modi November lalu meminta pejabat agar berfokus pada negara-negara yang diketahui berisiko, setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Omicron sebagai varian "yang diwaspadai".

Baca Juga: Antisipasi Covid-19 Varian Omicron, 19 WNA Ditolak Masuk Indonesia

WHO mengatakan bahwa Omicron yang mulanya terdeteksi di Afrika Selatan kemungkinan lebih cepat menular dibanding varian yang lain.

India memperkirakan varian Omicron tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah, lantaran tingginya tingkat vaksinasi dan paparan varian Delta sebelumnya yang menginfeksi hampir 70 persen populasi pada Juli.

Kementerian kesehatan federal pada Kamis menyebutkan bahwa India telah mengidentifikasi dua pasien pria pengidap COVID-19 Omicron yang berusia 66 dan 46 tahun di negara Karnataka.

Pria pertama adalah warga asli Afrika Selatan dan satu lagi adalah seorang dokter yang tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini.

India menyaksikan lonjakan infeksi dan kematian akibat varian Delta pada April dan Mei.

Baca Juga: WHO Mencatat Belum Ada Kasus Kematian akibat Varian Omicron

Otoritas baru memvaksin separuh dari 944 juta orang dewasa secara lengkap meski mempunyai pasokan cukup vaksin buatan sendiri.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait