alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

WHO: Belum ada Korban Meninggal akibat Varian Omicron

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 04 Desember 2021 | 13:32 WIB

WHO: Belum ada Korban Meninggal akibat Varian Omicron
Gedung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss.Meski belum ada yang meninggal, penyebaran varian Omicron tetap harus diwaspadai. [Dok.Antara]

Meski belum ada yang meninggal, penyebaran varian Omicron tetap harus diwaspadai

SuaraSurakarta.id - Virus Omicron memberikan ancaman luar biasa bagi penduduk dunia. Varian itu disebut-sebut lebih cepat menular daripada yang sebelumnya delta. 

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (3/12/2021) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan mengenai kematian akibat COVID-19 varian Omicron.

WHO  menekankan bahwa varian Delta masih menjadi fokus dalam memerangi pandemi.

Christian Lindmeier saat konferensi pers mengatakan kepada wartawan bahwa WHO masih mengumpulkan bukti tentang varian baru yang ditemukan di Afrika Selatan pada 11 November dan dinamai Omicron sekitar sepekan yang lalu.

Baca Juga: Belum Ada Laporan Kematian Akibat Omicron, WHO Tekankan Varian Delta Masih Dominan

"Kami belum menerima laporan kematian terkait Omicron," kata Lindmeier.

"Jangan lupa juga bahwa varian dominan saat ini masih Delta. Omicron mungkin sedang populer dan kami mungkin akan sampai ke titik di mana (Omicron) mengambil alih sebagai varian dominan."

Lindmeier menuturkan bahwa dunia perlu melindungi diri terhadap varian Delta.

Semenjak COVID-19 pertama kali ditemukan hampir dua tahun silam, WHO telah mengonfirmasi hampir 263 juta kasus dan 5,22 juta lebih kematian secara global.

"Semakin banyak negara yang terus memburu dan terus memeriksa orang-orang dan secara khusus mencari varian Omicron, kami juga akan menemukan lebih banyak kasus dan informasi dan, semoga tidak, juga kemungkinan kematian," katanya.

Baca Juga: Jelang Keberangkatan Haji dan Umrah, DPR Minta Pemerintah Waspadai Virus Omicron

Setelah varian Omicron terdeteksi di Botswana dan Afrika Selatan, sejumlah negara di Eropa dan Amerika Utara pekan lalu menerapkan pembatasan perjalanan terhadap negara-negara di kawasan Afrika selatan dan bahkan melarang penerbangan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait