alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini Ramalan Jayabaya yang Belum Menjadi Kenyataan di Dunia

Budi Arista Romadhoni Kamis, 25 November 2021 | 08:31 WIB

Ini Ramalan Jayabaya yang Belum Menjadi Kenyataan di Dunia
Ramalan Jaya Baya. Foto: Ujare.com

Ramalan Jayabaya sering terjadi atau menjadi kenyataan di dunia, ini ulasannya

SuaraSurakarta.id - Ramalan Jayabaya mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Ramalannya banyak yang sudah benar-benar terjadi. 

Namun, masih ada ramalan Jayabaya yang belum terjadi. Ini ulasannya. 

Diketahui Sri Mapanji Jayabaya atau dikenal dengan sebutan Prabu Jayabaya adalah seorang raja di masa kerajaan Hindu Budha masih berkuasa di Nusantara. Dia memimpin Kerajaan Kediri pada 1135-1179.

Dikenal juga dengan sebutan Warmeswara, Jayabaya dianggap berjasa atas penyatuan Kerajaan Kediri yang sebelumnya pecah di masa kepemimpinan Raja Airlangga.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 23 November 2021: Gemini, Saatnya Berhenti Mengontrol Orang Lain!

Jayabaya juga dikenal dengan penegakan keadilan hingga pembawa masa kejayaan Kerajaan Kediri.

Bahkan dia juga dianggap sebagai perwujudan Dewa Hindu Wisnu. Jayabaya juga dikenal dengan sebutan sang Ratu Adil, raja yang lahir kembali di masa kegelapan dan penderitaan yang dikenal dengan sebutan “Jaman Edan.”

Selain itu, yang paling dikenal dari Jayabaya adalah ramalannya. Tidak sedikit ramalannya terjadi sesuai dengan prediksinya. Ramalan Jayabaya yang paling dikenal adalah kedatangan para penjajah kulit putih dan kulit jagung.

Menyadur dari Solopos.com, Ramalan ini ditulis pada masa Kerajaan Kediri periode 1051-1062.

Penjajah Belanda dan Jepang

Baca Juga: Ramalan Zodiak 22 November 2021: Sedang Sibuk, Ini Bukan Saatnya Libra Menyendiri

Ramalan tersebut berbunyi bahwa Pulau Jawa kelak akan diperintah bangsa kulit putih dan kemudian dari arah utara akan datang bangsa Katai yang berkulit kuning seperti jagung dan bermata sipit. Namun pemerintahan bangsa kulit kuning itu tidak lama, hanya seumur jagung seperti jenis warna kulitnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait