Bertambah 21 Orang, Total Klaster PTM di Solo Tembus 68 Kasus Covid-19

Tambahan tersebut berasal dari hasil tracing di lima Sekolah Dasar (SD) sebelumnya, dimana tambahannya itu delapan kasus.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:00 WIB
Bertambah 21 Orang, Total Klaster PTM di Solo Tembus 68 Kasus Covid-19
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah. [SuaraJogja.id/Hiskia Andika]

SuaraSurakarta.id - Jumlah kasus Covid-19 dari klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo kemungkinan akan bertambah. Karena ada dua sekolah yang dari 29 sekolah dari kegiatan surveilans hasil tes swab PCR belum keluar. 

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, hingga, Kamis (21/10/2021) ini, total sementara ada 68 kasus Covid-19 yang ditemukan dari kegiatan PTM di sekolah.

Tambahan tersebut berasal dari hasil tracing di lima Sekolah Dasar (SD) sebelumnya, dimana tambahannya itu delapan kasus. 

Delapan kasus tersebut dengan rincian di SD Kristen Manahan ada tambahan tiga kasus. SD Danukusuman tambah dua kasus lagi, dan SD Jamsaren tambah tiga kasus. Total untuk kasus di SD ada 55 kasus Covid-19.

Baca Juga:Dua Atlet dan Satu Wasit PON Papua Asal Binjai Terpapar Covid-19

Kemudian bertambah 13 kasus lagi, hasil dari kegiatan surveilans Covid-19 dengan tes swab PCR di tiga sekolah, Senin (18/10/2021) kemarin. Ketiga tersebut, yakni SMPN 8 Solo ada 11 kasus, SMPN 4 ada satu kasus, dan SMPIT Nur Hidayah ada satu kasus.   

"Total hingga saat ini ada 68 kasus Covid-19. Semua yang kena itu siswa,"  terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih saat ditemui, Kamis (21/10/2021). 

Untuk temuan kasus di SMP baru hasil kegiatan surveilans saja, sedangkan untuk tracing sedang dilakukan dan hasilnya belum keluar. Kemungkinan masih bisa tambahan dan menunggu hasil tracing bagaimana. 

"Iya, masih bisa bertambah lagi jumlahnya. Ditunggu saja, untuk tracing masih berjalan. Hari ini pengambilan sampel terakhir untuk periode ini, di SMA dan MTSN, mudah-mudahan negatif semua," jelas dia.  

Siti mengatakan, kasus ini menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo baik Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, apakah protokol kesehatan berjalan dengan baik. Di sekolah dan di rumah bagaimana, ini menjadi peringatan buat orangtua juga.

Baca Juga:Cetak Sejarah, India Rayakan 1 Miliar Suntikan Dosis Vaksin Covid-19 dengan Lagu dan Film

"Kalau nanti anak-anak ini terdeteksi lebih dini, saya tidak kebobolan. Artinya yang terpenting ketemu langsung kita tracing, testing, dan treatment. Anak-anak semuanya OTG, seandainya ini tidak konangan bagaimana coba," paparnya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini