SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menilai adanya klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tidak menganggu kegiatan PTM di Kota Solo.
Karena kegiatan PTM di sekolah yang aman dan murid-muridnya negatif tetap jalan terus. Tetapi jika ditemukan ada klaster, hanya sekolah yang bersangkutan ditutup sementara.
"Ini tidak akan menganggu PTM di Kota Solo. Tenang saja," terang Gibran, Selasa (19/10/2021).
Sejauh ini mereka yang positif Covid-19 tidak di karantina tapi isolasi mandiri di rumah.
Baca Juga:Pergoki Bocil-bocil Murid SD Malah Jajan Es Usai PTM, Ini Reaksi Gibran Rakabuming
Nanti akan di tracing dulu orang tua-orang tuanya, jadi akan tahu hasilnya bagaimana.
![Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Wali Kota Makassar Moh Ramadhan Danny Pomanto (kanan) saat memberikan keterangan kepada pers dalam acara Indo Smart City Forum & Expo (ISCFE) 2021 di The Rich Jogja Hotel, Rabu (13/10/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/10/13/43042-gibran.jpg)
"Untuk tracing yang berasal dari luar Solo, kita akan koordinasikan dengan daerah sekitar. Jadi akan tetap terpantau," kata dia.
Adanya klaster PTM ini akan menjadi bahan evaluasi mengenai kelonggaran bagi anak-anak. Karena anak-anak di bawah 12 tahun belum bisa di vaksin, makanya harus ekstra hati-hati.
"Mungkin saja belum di vaksin jadi salah satu faktornya," ucapnya.
Gibran sendiri sering mendapat komplain dari masyarakat. Misalkan anak kecil tidak boleh masuk Jurug Solo Zoo, hingga anak kecil tidak boleh masuk mall.
Baca Juga:Belasan Siswa dan Guru Peserta PTM di Kota Bandung Positif COVID-19
"Saya jelaskan anak kecil itu lebih riskan, makanya kita lindungi. Bukan kita batasi, kita itu penginnya melindungi," papar dia.
- 1
- 2