alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Derbi Mataram dan Pertarungan 2 Sahabat yang Sama-sama Diidolakan Warga Solo

Ronald Seger Prabowo Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:46 WIB

Derbi Mataram dan Pertarungan 2 Sahabat yang Sama-sama Diidolakan Warga Solo
Eko Purdjianto (lingkaran hijau) dan Seto Nurdiyantoro (lingkaran merah) saat sama-sama membela Pelita Solo. [Dok Tabloid Bola]

Duel bertajuk Derbi Mataram itu tak hanya tentang hasil di tengah lapangan, namun juga marwah kedua tim yang pantang untuk memetik hasil minor.

SuaraSurakarta.id - Laga sengit sarat gengsi bakal tersaji saat PSIM Yogyakarta versus Persis Solo pada lanjutan Liga 2 Grup C di Stadion Manahan, Selasa (12/10/2021).

Duel bertajuk Derbi Mataram itu tak hanya tentang hasil di tengah lapangan, namun juga marwah kedua tim yang pantang untuk memetik hasil minor.

Terlebih, tiga poin jadi incaran kedua tim untuk mendongkrak posisi di klasemen sementara. Persis saat ini berada di posisi kedua dengan 4 poin, sementara PSIM di posisi kelima dengan satu angka.

Hasil laga nanti malam juga disebut-sebut menjadi ujian berat duo arsitek Seto Nurdiyantoro (PSIM) dan Eko Purdjianto (Persis).

Baca Juga: Pertahankan Klasmen, Sriwijaya FC Tekuk Semen Padang 2-1

Berbicara Eko Purdjianto dan Seto Nurdiyantoro, kedua sosok itu pernah sama-sama jadi idola warga Solo kala memperkuat Pelita Solo di Divisi Utama musim 2000-2001.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, selepas pertandingan melawan Persela Lamongan, Kamis (15/8/2019). (Suara.com/Irwan Febri Rialdi).
Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, selepas pertandingan melawan Persela Lamongan, Kamis (15/8/2019). (Suara.com/Irwan Febri Rialdi).

Keduanya turut diboyong Pelita Jaya dari Jakarta menuju Kota Bengawan yang kemudian sama-sama membela panji Pelita Solo.

"Banyak cerita kalau dengan Pelita Solo. Paling utama tentu saya mendapatkan panggilan Timnas Indonesia untuk kali pertama," ungkap Seto saat berbincang dengan Suara.com.

Musim perdana Pelita Solo di Liga Indonesia 1999/2000 memang menjadi 'penyelamat' warga Solo memiliki klub di kompetisi teratas pascabubarnya Arseto Solo.

Eko Purdjianto adalah bek utama saat itu bersama Aples Gideon Tecuari dan Olinga Atangana. Kuartet defender itu menjadi jamaninan tangguhnya lini belakang Pelita Solo.

Baca Juga: Hasil Liga 2: Menang Lagi, PSCS Cilacap Semakin Kokoh di Puncak Klasemen

Sementara Seto salah satu gelandang yang bahu membahu bersama Haryanto Prasetyo, I Made Pasek Wijaya, Trimur Vedhayanto, hingga Ansyari Lubis.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait