Sejarahwan Bongkar Pelayanan Kesehatan Presiden Soekarno Sebelum Meninggal, Ini Faktanya

Presiden Soekarno tidak mendapatkan perawatan kesehatan yang maksimal, ini fakta yang diungkap sejarahwan

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 07 Oktober 2021 | 08:24 WIB
Sejarahwan Bongkar Pelayanan Kesehatan Presiden Soekarno Sebelum Meninggal, Ini Faktanya
Presiden Soekarno [Instagram Soekarno_Presidenku]

Tak Diet Khusus

“Sukarno mendapat perawatan seperti pasien di rumah sakit, dalam arti diukur suhu badan dan tekanan darah beberapa kali dalam sehari, serta jumlah air kencing selama 24 jam,” tulis Asvi, Jumat (1/1/2021).

“Pernah ada pemeriksaan rontgen. Tidak diberikan diet khusus seperti yang dilakukan terhadap pasien gangguan ginjal. Selain itu, Bung Karno hanya dilayani oleh seorang dokter umum (dr Sularjo). Bung Karno tidak pernah mendapat penanganan khusus dari dokter spesialis,” lanjutnya.

Ketika kondisi Bung Karno kritis, Prof Mahar Mardjono, guru besar Universitas Indonesia, sempat menceritakan kepada dr. Kartono Mohammad bahwa obat yang diresepkannya disimpan saja di laci oleh dokter yang berpangkat tinggi.

Baca Juga:6 Fakta Jembatan Ampera Diresmikan, Tak Dihadiri Letjen Ahmad Yani

Sementara itu, menurut catatan perawat, obat yang diberikan kepada Sukarno adalah vitamin B12, vitamin B kompleks, Duvadilan, dan Royal Jelly (yang sebenarnya madu).

“Kalau sakit kepala diberi Novalgin, sesekali, kalau sulit tidur, Sukarno diberi tablet Valium,” lanjutnya.

Selain itu, Asvi menjelaskan tekanan darah Bung Karno saat itu relatif tinggi, yakni 170/100.

Tetapi ia tidak diberi obat untuk menurunkan tekanan darahnya itu.

Obat Kencing

Baca Juga:Penerbangan Internasional Mulai Dibuka, Ini Aturannya

Juga tidak tercatat obat untuk melancarkan kencing ketika Bung Karno mengalami pembengkakan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak