alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Putri Gus Dur: Ada Penyelenggara Negara yang Berafiliasi Paham Radikal!

Ronald Seger Prabowo Kamis, 30 September 2021 | 19:00 WIB

Putri Gus Dur: Ada Penyelenggara Negara yang Berafiliasi Paham Radikal!
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid saat berbincang dengan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa di Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung. [Suara.com/Ari Welianto]

Alissa menegaskan, pandangan-pandangan ekslusif tersebut berkembang di sekolah-sekolah.

SuaraSurakarta.id - Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid menilai masih ada ditemukan pegawai di lembaga pemerintahan yang berafiliasi paham radikal

Hal ini disampaikan, Alissa Wahid disela-sela Temu Pemangku Kebijakan dengan tema Memperkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Untuk Penguatan Toleransi dan Keberagaman di Loji Gandrung, Kamis (30/9) sore.

"Sekarang ini banyak penyelenggara negara yang cara pandangnya ekslusif," terang dia saat ditemui, Kamis (30/9/2021).

Alissa menegaskan, pandangan-pandangan ekslusif tersebut berkembang di sekolah-sekolah. 

Baca Juga: Putri Gus Dur Geram Polisi Biarkan Ratusan Orang Serang dan Rusak Masjid

"Dari Kemenag tadi disampaikan di sekolah-sekolah juga berkembang. Jadi tidak hanya di penyelenggara pemerintah," ungkap putri presiden ke-4 Abdurahman Wahid (Gus dur).

Dari diskusi tersebut juga disampaikan jika Kota Solo biasanya terbiasa dengan keberagaman, namun muncul juga kelompok-kelompok yang itu bisa sewaktu-waktu membuat persoalan dan itu jadi tantangan.

"Disampaikan juga soal sekolah, pendidikan, atau pengelolaan rumah ibadah. Jangan sampai memberikan ruang tumbuhnya pandangan-pandangan yang ekslusif," kata dia.

Alissa mengatakan, kalau toleransi secara umum menurun, tapi kalau kerukunan umat beragama stagnan.

Menurutnya, survey-survey banyak yang membuktikan itu. Sikap terhadap kelompok yang berbeda itu, penuh prasangka, penuh ketakutan meningkat.

Baca Juga: Tempat Ibadah Ahmadiyah di Sintang Dirusak, Putri Gus Dur Sentil Jokowi

"Saya tidak tahu apakah Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengeluarkan hasil indeks kerukunan umat beragama tahun 2021," sambungnya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait