alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah, Pemkot Solo Minta Ketegasan Ganjar Pranowo

Ronald Seger Prabowo Jum'at, 10 September 2021 | 18:11 WIB

Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah, Pemkot Solo Minta Ketegasan Ganjar Pranowo
Warga berburu ikan saat fenomena bladu di Sungai Bengawan Solo di Kampung sewu, Solo. [Solopos.com/tangkapan layar video Budi Utomo]

Teguh mengatakan jika Sungai Bengawan Solo itu hulunya ada di Wilayah Wonogiri.

SuaraSurakarta.id - Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa meminta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menjembatani terkait masalah pencemaran Sungai Bengawan Solo limbah.

Teguh mengatakan jika Sungai Bengawan Solo itu hulunya ada di Wilayah Wonogiri. Kalau mengambilnya di Sukoharjo kondisinya masih seperti ini.

"Mestinya agak diujung sana di wilayah Wonogiri. Memang di Sukoharjo ada pabrik besar, tapi harus di Wonogiri bukan malah di Sukoharjo," ujar Teguh saat ditemui, Jumat (10/9/2021).

Teguh menegaskan, banyak pabrik-pabrik besar yang tidak tertib. Artinya tidak menyiapkan pengolahan air limbah hasil produksinya.

Baca Juga: Pantaskah Ganjar Pranowo Disebut Kepala Daerah Paling Partisipatif?

Sehingga saat dibuang ke sungai tidak ada pencemaran. 

"Masalah ini kalau dibahas di daerah tidak akan selesai. Kita pasti akan berdebat, negara dalam hal ini provinsi atau pusat harus hadir," ungkap dia.

Teguh mendorong, agar gubernur berinisiasi dengan memberikan aturan yang lebih tegas. Air itu kan merupakan kebutuhan pokok masyarakat, ini yang harus diperjuangkan jangan sampai masalah ini berlarut-larut.

"Saya lebih mendorong gubernur berinisiasi. Masalah yang terjadi di wilayah kabupaten atau kota seperti apa," paparnya.

Teguh mengakui, jika ini merupakan masalah klasik yang terjadi tiap tahun. Apalagi sekarang desa mengelola secara maksimal, sehingga seoalah-olah yang memiliki jadi repot.

Baca Juga: Pemprov Jateng telah Cairkan Insentif Semester Pertama 2021 pada Guru Agama

"Air itu negara yang mengelola dan sepenuhnya untuk masyarakat. Peran pemerintah sangat penting sekali dam harus segera bertindak secara adil," sambung dia. 
 
Teguh menambahkan, sejauh ini belum ada tindakan tegas padahal kasusnya itu tiap tahun. 

"Mulai dari masa Pak Rudy jadi wali kota kesana kemari, tapi tidak selesai. Dilanjutkan sekarang dan ketemu Pak Gubernur belum ada titik temu," imbuhnya.

Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan soal kebersihan Sungai Bengawan Solo tidak bisa Solo sendiri.

Tapi harus bersama-sama dengan daerah Soloraya dan Blora. "Jadi tidak hanya Solo saja tapi bersama-sama. Masalah ini akan dilaporkan ke provinsi," tandas dia.

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait