"Wuaaa lha kalau sebe lum pandemi ini berlangsung, dulu sampai 25 hingga 30 kali setiap bulan mas. Sekarang sama sekali tidak ada," kata dia.
Sementara mengenai pertunjukan via virtual tersebut, Deni menambahkan setiap tampilnya mendapatkan Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.
"Ya terhantung saweran dapetnya berapa setiap kali pertunjukan virtual. Terus nanti kita bagi dari karawitan, organ, sound system, lighting dan pendukung lainnya. Biasanya sebulan bisa sampai tiga kali pertunjukan," ungkapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ibu tiga anak tersebu rela bekerja serabutan. Wanita yang pernah mengenyam pendidikan di SMK Negeri 8 Surakarta ini juga masih bingung harus berbuat apa situasi seperti ini karena akses hiburan dilarang tampil.
Baca Juga:Bali Siapkan Aturan Buka Mal saat Level PPKM Turun
"Semua akses hiburan kan enggak bisa tampil kan mas. Kecuali kalau hanya pertunjukan wayang dan karawitan yang enggak boleh, nah kita inovasinya bisa tampil hiburan lainnya. Seperti menjadi mc atau hiburan lainnya gitu," paparnya
Meski demikian, Deni dan rekan seprofesinya terus berharap pandemi dan PPKM segera berakhir, hingga dirinya bisa tampil ramai seperti sebelumnya.
"Semoga segera berakhir PPKM nya, namun kita tetap harus prokes. Menjaga kesehatan menambah imun," tutupnya.
Kontributor : Budi Kusumo
Baca Juga:Rumah Tipe MBR Paling Diburu Konsumen Saat Pandemi