alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Baper Abiiisss... Pemilik Rumah Makan di Wonogiri Ini Panggil Pembelinya 'Sayang' Lho

Ronald Seger Prabowo Rabu, 18 Agustus 2021 | 17:52 WIB

Baper Abiiisss... Pemilik Rumah Makan di Wonogiri Ini Panggil Pembelinya 'Sayang' Lho
Pembeli saat mengambil makanan di Rumah Makan Alam Sayang yang berlokasi di Jalan Raya Ngadirojo-Wonogiri KM 6, RT 004/RW 001, Brubuh, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, Senin (9/8/2021). [Solopos.com/M. Aris Munandar]

Bahkan tak jarang pengunjung yang terbawa perasaan alias baper.

SuaraSurakarta.id - Pemilik salah satu rumah makan di Wonogiri ini memiliki cara unik untuk menggaet pelanggan.

Tak tanggung-tanggung, Rumah Makan Alami Sayang di Wonogiri yang selalu menyapa pembelinya dengan ungkapan “sayang” atau “halo sayang” lho.

Sontak saja, rumah makan tersebut langsung viral di media sosial. Bahkan tak jarang pengunjung yang terbawa perasaan alias baper.

Saat ini ada dua RM Alami Sayang yang berlokasi di Jalan Raya Ngadirojo-Wonogiri KM. 6 RT 004/RW 001, Brubuh, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri dan Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, tepatnya di sebelah timur SPBU Ngadirojo.

Baca Juga: Jalan Ditutup Tenda Hajatan Tetangga, Satu Keluarga Kelaparan Tak Bisa Keluar Rumah

“Halo sayang, silakan. Minumnya apa sayang?” kata salah satu pengelola sekaligus pelayan RM Alami Sayang 2, Asih, kepada pelanggan yang datang.

Gubernur Ganjar Pranowo serta Menteri Sandiaga Uno yang pernah merasakan panggilan itu ketika mampir di Rumah Makan Alami Sayang.

Asih mengatakan inisiatif panggilan sayang kepada para pembeli berawal dari pengalaman pemilik RM Alami Sayang, Sulastri, saat merantau ke Kalimantan bersama suaminya, Maryoto. Saat di sana Sulastri sering membeli sayur. Saat membeli, penjual sayur itu selalu memanggil sayang.

“Dari situ ibu [Sulastri] mengajak suaminya mencoba membuka warung makan. Kemudian konsep panggilan sayang itu nantinya diterapkan di warung tersebut,” ujar dia. 

Asih merupakan adik kandung dari pemilik RM Alami Sayang, Sulastri (48). Ia mengatakan, respons para pembeli ketika dipanggil sayang berbeda-beda. Mulai dari senang, senyum, tertawa hingga pernah membuat raut muka pasangan kekasih terlihat sensitif. Namun tidak pernah ada yang marah.

Baca Juga: CEK FAKTA: Heboh, Benarkah Jasad Ulama Lombok Hilang saat Dimasukan Liang Lahat?

“Memang terkadang kalau pasangan kekasih ke sini, ada sebagian cewek agak sensitif. Ketika datang kami sapa sayang, raut wajah ceweknya berbeda. Lalu kami jelasakan jika semua pembeli disapa sayang. Baik anak-anak, remaja, bapak, ibu hingga kakek dan nenek,” ungkap dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait