alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Semangat 45 dari Desa Pabian Sumenep, Warga Upacara di Tengah Sungai

Siswanto Selasa, 17 Agustus 2021 | 14:32 WIB

Semangat 45 dari Desa Pabian Sumenep, Warga Upacara di Tengah Sungai
Di Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sekitar 30 warga RT 4, RW 2 menyelenggarakan upacara di Sungai Marengan. [Beritajatim]

Mereka umumnya warga yang tinggal di bantaran sungai. Upacara juga diikuti aparat pemerintah Desa Pabian. Kepala desa Zulfikar Ali Mustakim menjadi inspektur upacaranya.

SuaraSurakarta.id - Sebagian besar masyarakat Indonesia hari ini ikut memperingati HUT ke-76 RI. Rupa-rupa acara mereka lakukan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan.

Di Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sekitar 30 warga RT 4, RW 2 menyelenggarakan upacara di Sungai Marengan.

Mereka umumnya warga yang tinggal di bantaran sungai. Upacara juga diikuti aparat pemerintah Desa Pabian.  Kepala desa Zulfikar Ali Mustakim menjadi inspektur upacaranya.

Seluruh peserta upacara masuk ke sungai yang airnya setinggi lutut orang dewasa. Semua rangkaian upacara, mulai pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Teks Proklamasi, dilakukan di tengah sungai.

Baca Juga: Makna HUT ke-76 RI Bagi Muhammad Fadli dan David Jacobs

Ali Mustakim menyebut upacara di tengah sungai sudah menjadi tradisi warga Pabian setiap memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia. Tahun ini merupakan tahun kelima acara diselenggarakan di sungai. Tapi karena tahun ini masih pandemi Covid-19, jumlah pesertanya dibatasi.

“Warga yang tinggal di pinggir Kali Marengan ini ingin melestarikan tradisi upacara di sungai. Sekaligus ini juga berupa ajakan pada warga untuk selalu menjaga kebersihan sungai. Karena selama ini tidak sedikit warga yang beranggapan bahwa sungai merupakan tempat sampah terpanjang,” ujarnya dalam laporan Beritajatim.

Di tengah momentum HUT RI, Ali Mustakim berpesan kepada warganya supaya jangan membuang sampah ke aliran sungai untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Tidak menutup kemungkinan di masa mendatang, Sungai Marengan dikembangkan menjadi pusat perdagangan, seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.

“Dulu Kali Marengan di Pabian ini pusat perdagangan. Bea cukai ada disini. Masyarakatnya majemuk, berbagai ras dan suku. Nah, kami ingin agar Kali Marengan nantinya juga bisa menjadi sesuatu yang berbeda dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Artis Rayakan Hari Kemerdekaan HUT ke-76 RI, Cinta Laura Pakai Singlet Merah

Untuk mempersiapkan upacara kali ini dibutuhkan waktu dua minggu, mulai pembersihan hingga pengecatan.

“Kami juga memasang bendera dan umbul-umbul sejak awal Agustus. Kami bangga, warga kami sangat antusias melaksanakan upacara di Kali Marengan ini,” kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait