facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini Bangunan Bersejarah di Kota Solo yang Menjadi Saksi Bisu Kemerdekaan RI

Budi Arista Romadhoni Senin, 16 Agustus 2021 | 16:01 WIB

Ini Bangunan Bersejarah di Kota Solo yang Menjadi Saksi Bisu Kemerdekaan RI
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kota Solo memiliki sejaran untuk memperjuangkan kemerdekaan RI. [solopos]

Kemerdekaan RI diperjuangkan oleh rakyat Indonesia, ini bangunan bersejarah di Kota Solo

SuaraSurakarta.id - Kemerdekaan Republik Indonesia resmi diperingati setiap 17 Agustus. Perjuangan para gerilyawan diakhiri oleh pembacaan Proklamasi oleh Ir Soekarno dan menyatakan kemerdekaan untuk Indonesia.  

Setelah menyatakan kemerdekaan dengan pembacaan proklamasi, tak lama kemudian Ir. Soekarno diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia yang pertama. 

Di Kota Solo terdapat bangunan bersejarah yang erat kaitannya dengan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, 76 tahun silam.

Menyadur dari Solopos.com, di Kota Bengawan ini banyak berdiri bangunan-bangunan tua yang memiliki nilai historis yang tinggi.

Baca Juga: 9 Pantun Ucapan HUT ke-76 RI, Cocok Dibagikan di Hari Kemerdekaan

Mulai dari Keraton Surakarta, Bentent Vastenburg, Monumen 45 Banjarsari, dan lain sebagainya.

Dari banyaknya bangunan bersejarah di Solo, ternyata terdapat satu bangunan yang jadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia, 76 tahun lalu, yakni Gedung Dewan Harian Cabang ’45 yang sekarang dikenal sebagai Gedoeng Djoeang ’45.

Suasana Kompleks Gedoeng Djoeang ‘45, Jl. Mayor Sunaryo, Kelurahan Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, Jumat (20/9/2019). [Solopos-Mariyana Ricky P.D.]
Suasana Kompleks Gedoeng Djoeang ‘45, Jl. Mayor Sunaryo, Kelurahan Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, Jumat (20/9/2019). [Solopos-Mariyana Ricky P.D.]

Bangunan yang berlokasi di Jalan Mayor Sunaryo, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon ini memiliki catatan sejarah panjang dalam memperjuangkan kemerdekaan RI.

Gedung DHC ’45 ini didirkan pada 1880 oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada awalnya bangunan ini digunakan sebagai bangunan sekolah dan asrama sebagai pelengkap kompleks militer Benteng Vastenburg yang berada tak jauh di depannya.

Di masa pendudukan Jepang, gedung tersebut sempat dikuasai oleh pasukan Nipon dengan sebutan Senkokan. Setelah berhasil direbut kembali pada masa kemerdekaan, secara berturut-turut gedung tersebut digunakan sebagai panti asuhan, markas kesatuan TNI, kantor pengurus DHC ’45, hingga seperti sekarang ini.

Baca Juga: 20 Ucapan HUT Kemerdekaan RI, Melawan Pandemi COVID 19 Bersama-sama

Kini bangunan bersejarah di Solo ini dimiliki Kementerian Pertahanan dan masuk dalam Bangunan Cagar Budaya (BCB) di Kota Solo.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait