WHO: Belum ada Data yang Cukup untuk Menyimpulkan Penularan COVID-19 dari ASI

Para pakar meminta para ibu tetap memberikan ASI ke bayinya meski terpapar COVID-19

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 01 Agustus 2021 | 17:10 WIB
WHO: Belum ada Data yang Cukup untuk Menyimpulkan Penularan COVID-19 dari ASI
Ilustrasi ibu menyusui. Para pakar meminta para ibu tetap memberikan ASI ke bayinya meski terpapar COVID-19. (Elements Envato)

Beberapa penelitian kecil telah menunjukkan wanita menyusui yang telah menerima vaksin mRNA COVID-19 memiliki antibodi dalam ASI mereka, yang dapat memberi bayi mereka perlindungan terhadap COVID-19. Penelitian lanjutan saat ini masih dilakukan untuk menentukan perlindungan apa yang mungkin diberikan oleh antibodi ini.

Walau begitu, Gribble mengatakan antibodi yang melewati ASI dari vaksin lain dapat diserap secara oral oleh bayi dan menawarkan perlindungan jangka pendek dengan cara menangkis infeksi sebelum terjadi.

"Menyusui memberikan perlindungan semacam itu karena praktik ini membasahi mulut dan rongga hidung (anak) dengan susu dan itu berarti bila mereka kebetulan menghirup virus pernapasan ... mereka memiliki antibodi yang akan membantu untuk menonaktifkannya," kata dia.

Antibodi ini diberikan ke bayi setelah ibu divaksinasi setidaknya 80 hari, menurut sebuah studi dari Washington University School of Medicine di St. Louis.

Baca Juga:Minta Warga Tak Takut Divaksin Covid-19, Aurel Dewanda: Buat Lindungi Orang Tersayang

"Studi kami menunjukkan peningkatan besar dalam antibodi terhadap virus COVID-19 pada ASI mulai dua minggu setelah suntikan pertama, dan respons ini dipertahankan selama penelitian kami, yang berlangsung hampir tiga bulan," kata penulis utama studi sekaligus asisten profesor kebidanan dan ginekologi,
Jeannie Kelly.

Dia mengatakan, tingkat antibodi masih tinggi pada akhir penelitian sehingga perlindungan vaksin kemungkinan berlangsung lebih lama.

Walau begitu, para ibu menyusui perlu tetap berkonsultasi dengan dokter bila akan menerima vaksin COVID-19, termasuk skrining yang perlu mereka jalani sebelum divaksin. [ANTARA}

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini