facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 di Solo Melonjak, Gibran Siapkan Tempat Isolasi Khusus Ibu Hamil dan Anak

Budi Arista Romadhoni Rabu, 07 Juli 2021 | 16:56 WIB

Kasus Covid-19 di Solo Melonjak, Gibran Siapkan Tempat Isolasi Khusus Ibu Hamil dan Anak
Ilustrasi anak pakai masker. Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Solo masih terus terjadi, tempat isolasi ibu hamil dan anak pun disiapkan (Shutterstock)

Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Solo masih terus terjadi, tempat isolasi ibu hamil dan anak disiapkan

SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan menyiapkan kembali satu sekolah khusus untuk tempat isolasi OTG terpusat bagi ibu hamil, anak-anak dibawah umur 14 tahun dan orang berkebutuhan khusus. 

"Nanti akan ada tempat isolasi khusus untuk ibu hamil, anak-anak dan lansia. Ini baru kita siapkan," terang Gibran saat ditemui usai rapat koordinasi Covid-19, Rabu (7/7/2021). 

Gibran menjelaskan, intinya yang paling urgent sekarang adalah memisahkan yang sehat dengan yang sakit termasuk ibu hamil. Kasus Covid-19 di Kota Solo terus meningkat dan mulai menyerang anak-anak dan ibu hamil. 

"Yang jelas kita harus memisahkan yang sakit dari yang sehat. Kuncinya itu," sambungnya. 

Baca Juga: Naik Tajam, Kasus Harian Covid-19 Kaltim Tembus 726 Orang, Pasien yang Meninggal 19 Warga

Saat ini sudah ada delapan tempat isolasi OTG terpusat di Kota Solo, dua di Solo Techno Park (STP) dan Graha Wisata, sedangkan lima di sekolah-sekolah, yakni SDN Cemara 2,  SMPN 8, SMPN 25,  SMPN 19, SMPN 11, serta SDN Cengklik 1 dan 2. 

Gibran pun akan menambah lagi salah satunya khusus untuk ibu hamil, anak-anak, dan lansia. Karena penambahan kasus Covid-19 di Solo terus bertambah. 

"Ini sudah ada delapan tempat terpusat. Ini nanti akan kita tambah terus di sekolah-sekolah," ungkap dia. 

Menurutnya, yang penting kan sekolah-sekolah itu bangunan sudah baru semua,  kamar mandinya juga bagus. Terpenting warga nyaman di situ, karena masih ada warga yang isoman tidak tertib dan banyak ditemukan keluar-keluar, wedangan, pergi-pergi.

"Banyak yang seperti itu, merasa dirinya sudah sehat padahal masih sakit dan berpotensi menular. Saya lihat banyak yang isoman itu tidak tertib," imbuhnya. 

Baca Juga: Satgas: Kasus Covid-19 di Provinsi Non Jawa-Bali Naik 61,8 Persen Dalam Sepekan

Dengan lokasi karantina ini, nantinya semua OTG yang isolasi mandiri di rumah tanpa kecuali akan diangkut ke tempat isolasi OTG terpusat. Ini agar treatmentnya lebih efektif dan tidak kembali menular semakin banyak.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait