facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Unik! Bunga Kamboja Jadi Nama Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 di Klaten, Ini Asal Usulnya

Budi Arista Romadhoni Senin, 28 Juni 2021 | 11:58 WIB

Unik! Bunga Kamboja Jadi Nama Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 di Klaten, Ini Asal Usulnya
Tim Dukungan Satgas Penanganan Covid-19 Klaten memakamkan salah satu jenazah, Kamis (7/1/2021). [Taufiq Sidik Prakoso/Solopos]

Tim pemakaman jenazah Covid-19 di Klaten ini memiliki nama unik, yaitu bunga kamboja

Sasongko Agung Wibowo mengatakan tren pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 di Kabupaten Bersinar cenderung stabil tinggi dalam satu pekan terakhir.

Angka kematian tertinggi tersebar di beberapa kecamatan di Klaten, seperti di Prambanan, Ceper, Delanggu, Wonosari, dan Juwiring. Rata-rata, warga yang meninggal dunia karena memiliki penyakit penyerta alias komorbid.

"Setiap sukarelawan menjalankan tugas pemakaman sekali dalam sehari. Ini terkait dengan keamanan/keselamatan juga. Peran setiap sukarelawan ini berbeda-beda, mulai dari driver, perintis, eksekutor," katanya.

Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan jumlah kasus Covid-19 dan angka kematian karena virus corona di Klaten masih terus bertambah hingga Minggu (27/6/2021).

Baca Juga: Angka Kematian Naik, Pesan Sopir Ambulans ke Warga: Jangan Takabur, COVID-19 Itu Ada

Selain bertambah hingga 489 kasus baru, di Klaten juga terdapat penambahan 15 kasus kematian. Sedangkan, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh mencapai 38 orang.

Sebanyak 15 warga yang meninggal dunia karena virus corona berasal dari beberapa kecamatan di Klaten. Masing-masing berasal dari Cawas (tiga orang), Ceper (tiga orang), Delanggu (satu orang), Kalikotes (satu orang), Karangnongko (satu orang), Ngawen (satu orang), Bayat (satu orang), Kebonarum (satu orang), Prambanan (satu orang), Wedi (dua orang).

"Jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten menjadi 13.214 kasus. Sebanyak 2.975 orang menjalani perawatan/isolasi mandiri. Sebanyak 9.485 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 754 orang telah meninggal dunia," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait