"Karena sudah paham dengan kondisi itu, kebijakan yang dikeluarkan pada momen mudik atau lebaran cukup siap. Ada beberapa penyekatan yang diterapkan. Selain itu pada lima hari menjelang larangan mudik para penumpang bus dites antigen di terminal. Ketika ada pemudik yang positif sudah siap ditangani," ujarnya.
Ia menuturkan kunjungannya ke Wonogiri ingin mendapatkan wawasan terkait penanganan atau antisipasi Covid-19 yang dilakukan Pemkab Wonogiri. Jika terbukti ada yang bisa ditiru, pengalaman itu akan dibawa dan diterapkan di daerah lain.
"Enggak ada salahnya kalau kami belajar dan mengacu kebijakan yang diterapkan Wonogiri. Karena memang yang dihadapi Wonogiri berbeda dengan daerah lain. Pemudiknya cukup banyak yang tiba di sini meski sudah ada pelarangan," katanya.
Menurutnya, Bupati Wonogiri telah melakukan imbauan kepada warga dengan kearifan lokalnya. Ia berharap imbauan agar perantau Wonogiri tidak mudik diikuti tokoh lain, seperti tokoh masyarakat atau tokoh agama. Sehingga banyak yang menyuarakan agar tidak mudik lagi.
Baca Juga:Nekat Mudik! Kisah Didik Mengendarai Bajaj dari Jakarta ke Boyolali
Lebih jauh, Alphieza menjelaskan kunjungannya ke Wonogiri untuk memastikan bagaimana kebijakan yang diterapkan daerah dalam menangani Covid-19. Apakah penanganannya sudah sesuai dengan Surat Edaran atau peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat, baik Satgas maupun kementerian, atau belum.
"Kami juga ingin mengetahui apakah di suatu daerah ada kebijakan yang dikeluarkan berdasarkan kearifan lokal. Sehingga kebijakan itu ikut memperkaya implementasi dari kebijakan pusat. Harapannya bisa membantu menurunkan kasus secara signifikan," kata Alphieza.