"Kita ingin terus memberikan pelayanan yang maksimal buat para jamaah. Sudah lewat pembahasan dan pertimbangan terlebih dahulu," sambungnya.
Pada bulan ramadan kali ini ada beberapa kegiatan yang tidak digelar, yakni buka bersama dan sahur bersama. Kalau ada yang mau bersodaqoh dan dibagikan ke jamaah untuk bersama akan dilakukan dengan prokes ketat.
"Buka dan sahur bersama kita tiadakan, kuliah menjelang buka tidak ada. Kalau kegiatan lain seperti tadarus dan i'tikaf tetap digelar, termasuk kuliah saat tarawih dan salat subuh," imbuh dia.
Basid menambahkan, diperkiraan banyak jamaah yang datang untuk salat tarawih meski sudah di vaksin tapi tidak ada jaminan menularkan atau kena tular. Petugas akan disiagakan untuk memantau jamaah yang datang apakah sesuai dengan prokes atau tidak.
Baca Juga:Ramadhan di Masa Pandemi, Masjid Al Azhar Batasi Jemaah Tarawih 500 Orang
"Petugas kita siagakan disekitar masjid. Kapasitas masjid ini bisa menampung sekitar 7.000 untuk salah jumat, kalau salat tarawih kemungkinan ada 3.000 jamaah yang datang, tapi yang bisa kita disiplinkan itu di ruang utama sekitar 1.000 jamaah," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto