alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keren! PT Persis Solo Saestu Direncanakan akan Menjadi Perusahaan Terbuka

Budi Arista Romadhoni Senin, 29 Maret 2021 | 09:17 WIB

Keren! PT Persis Solo Saestu Direncanakan akan Menjadi Perusahaan Terbuka
Erick Thohir, Kevin Nugroho, dan Kaesang Pangarep jadi pemilik saham baru PT Persis Solo Saestu selaku pengelola Persis Solo. [Suara.com/dok]

Persis Solo dikabarkan akan menjadi perusahaan terbuka dan melantai di bursa

SuaraSurakarta.id - PT Persis Solo Saestu (PSS) kembali membuat kejutan. Kali ini Persis Solo direncanakan akan menjadi perusahaan terbuka atau akan masuk ke bursa saham.  

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik dan siap mendukung PT Persis Solo Saestu (PSS) yang dikabarkan akan melantai di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO.

"Informasi tentang rencana IPO dari Persis Solo merupakan kabar yang menggembirakan dan tentunya kami menyambut baik atas rencana tersebut. Kami dengan senang hati akan memberikan dukungan melalui diskusi dan sharing informasi mengenai IPO dan menjadi perusahaan tercatat di BEI," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dilansir dari ANTARA di Jakarta, Senin ( 29/3/2021). 

Manajemen Persis Solo resmi berganti kepemilikan kepada tiga nama, masing-masing Kaesang Pangarep, Erick Thohir, dan Kevin Nugroho sebagai pemilik saham Persis Solo.

Baca Juga: Persis Solo Resmi Gaet Kontestan Indonesian Idol 2021, Michelle Kuhnle

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang memiliki 40 persen saham Persis, sementara Kevin 30 persen, dan Menteri BUMN Erick Thohir 20 persen dari total 90 persen saham PT PSS yang ditawarkan. Sementara sisa 10 persen masih untuk 26 klub internal.

BEI sendiri mencatat, hingga 26 Maret 202, terdapat 24 pipeline saham dan belum terdapat klub bola di dalamnya.

"Kami berharap Persis Solo dan klub-klub sepak bola lainnya di Indonesia dapat segera menjadi perusahaan publik dan tercatat di BEI, sehingga memberikan kesempatan para supporter klub tersebut untuk ikut memiliki sahamnya," ujar Nyoman.

Setelah Bali United (BOLA) menjadi perusahaan tercatat di bursa, beberapa klub sepak bola di Indonesia telah menunjukkan minat untuk dapat melakukan IPO dan memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk bertransformasi dan bertumbuh.

Hal tersebut terbukti dengan adanya satu klub sepak bola yang melakukan pendaftaran menjadi perusahaan tercatat ke bursa pada 2020. Namun, kondisi ekonomi dan pasar modal yang dinamis memberikan dampak diperlukannya persiapan yang lebih komprehensif untuk masuk ke pasar modal.

Baca Juga: Soal Target Persis Solo, Gibran: Kaesang yang Menjanjikan Liga 1

"Kami berharap seiring dengan kondisi pemulihan perekonomian dan pasar modal yang semakin kondusif tahun ini serta adanya kemungkinan akan dimulainya kembali kompetisi liga sepak bola di Indonesia, maka rencana klub-klub sepak bola tersebut untuk menjadi perusahaan tercatat di BEI akan segera dapat terealisasi," kata Nyoman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait