facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rencana Sekolah Tatap Muka, Anggota Komisi X: Perlu Strategi Jitu

Ronald Seger Prabowo Rabu, 17 Maret 2021 | 12:08 WIB

Rencana Sekolah Tatap Muka, Anggota Komisi X: Perlu Strategi Jitu
Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti. [Suara.com/dok]

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti menilai Kemendikbud butuh strategi jitu untuk membuka kembali sekolah tatap muka.

SuaraSurakarta.id - Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti menilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) butuh strategi jitu untuk membuka kembali sekolah tatap muka.

Seperti diketahui, sekolah tatap muka direncanakan kembali berlangsung saat tahun ajaran baru.

"Kemendikbud harus mencari strategi yang jitu untuk membuka proses belajar tatap muka. Sekaligus melindungi anak-anak sekolah dari penularan Covid 19," kata Agustina Wilujeng di Sragen, Rabu (17/3/2021).

Kemendikbud sendiri berencana jika belajar tatap muka dilakukan bila para guru dan tenaga kependidikan sudah divaksin. Sementara untuk anak-anak sekolah yang belum memungkinkan divaksin, harus dilindungi sedemikian rupa agar mereka terhindar dari virus Covid 19.

Baca Juga: Simak 3 Cara Mengoptimalkan Kuota Belajar dari Kemendikbud

"Kalau saya harapannya ada juga dibuat vaksin untuk anak-anak, tapi sampai dengan hari ini hanya ada bagi orang dewasa dan manula saja," tuturnya.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu memaparkanm pihaknya secara ideologis, pihaknya berharap sekolah tatap muka segera berjalan.

Anak-anak kehilangan masa belajar mengenai kehidupan ketika mereka tidak bertatap muka. Banyak hal yang tidak bisa dipahami dan diajarkan guru kepada anak didiknya hanya dengan belajar secara online.

Pembelajaran tatap muka yang dilakukan, harus selalu mengikuti protokol kesehatan. Sekolah bisa mengatur proses pembelajaranya.

"Sistem bisa dilakukan secara bergiliran, dengan 50 persen kehadiran siswa, menjaga jarak aman atau social distancing harus tetaap dilakukan. Juga tidak boleh lebih dari dua jam pelajaran dan lain sebagainya, karena itu formatnya harus dibuat Kemendikbud," paparnya.

Baca Juga: Kuota Internet Gratis Belum Cair? Lapor Ke Sini

Terkait vaksinasi untuk para guru dan tenaga kependidikan, harus sudah selesai sebelum pelaksanaan pembelajaran tatap muka dimulai kembali.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait