SuaraSurakarta.id - Selain buah dan gaya busana, depresi juga bisa terjadi secara musiman lho. Menurut National Institute of Mental Health, depresi musiman juga dikenal dengan nama gangguan afektif.
Depresi musiman adalah gangguan suasana hati umum yang ditandai dengan energi rendah, keputusasaan, kesulitan berkonsentrasi, dan masalah tidur yang terjadi bersamaan dengan perubahan musim.
Penyebab depresi musiman terjadi pada multifaktorial, termasuk ketidakseimbangan bahan kimia otak yang mengatur suasana hati, serta kekurangan vitamin D, dan produksi hormon melatonin yang mengatur tidur secara berlebihan.
Dilansir dari Everyday Health, berikut empat makanan terbaik untuk menenangkan depresi musiman yang bisa saja terjadi padamu atau orang di sekitarmu!
Baca Juga:Kembalikan Wadah Sekali Pakai ke Penjual, Pria Ini Dicap Beretika Tinggi
Teh hijau

Orang yang menderita depresi musiman terkadang mengonsumsi kopi secara berlebihan untuk meningkatkan suasana hati. Minuman teh memberikan dosis kafein, tapi lebih ringan dan memiliki manfaat lain bagi otak. Menurut ulasan yang diterbitkan di Nutrients pada Juni 2019, mengonsumsi teh dikaitkan dengan risiko depresi 31 persen lebih rendah.
Sayuran hijau

Sayuran hijau menjadi makanan terbaik bagi banyak orang, sebab dikemas dengan vitamin B yang juga penting untuk fungsi otak. Faktanya, beberapa penelitian tentang Nutrisi pada September 2019 menunjukkan bahwa kekurangan vitamin B dikaitkan dengan gangguan suasana hati. Oleh karena itu, memulihkan lewat sayuran hijau dapat membantu meningkatkan mood.
Cokelat hitam
Baca Juga:Sering Dikonsumsi, 5 Makanan Berikut Merusak Kesehatan Tanpa Disadari

Cokelat hitam yang manis tidak mengandung banyak gula. Semakin tinggi kandungan kakao, semakin sedikit gula yang dikandungnya. Karena itu, makanan ini menjadi yang terbaik bagi gejala depresi musiman.
Kacang polong

Makanan yang satu ini membantu meningkatkan asam lemak rantai pendek, yang berpotensi menurunkan peradangan dalam tubuh, bahkan dapat merangsang produksi serotonin. Selain itu, makanan berserat tinggi ini merupakan kunci yang menghasilkan mikrobioma, salah satunya usus yang sehat.