Gerakan Jateng di Rumah Saja Berhasil Buat Pasar di Solo Sepi

Sejumlah pedagang memilih tutup selama Gerakan Jateng di Rumah Saja yang diberlakukan pada tanggal 6-7 Februari 2021

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 07 Februari 2021 | 17:50 WIB
Gerakan Jateng di Rumah Saja Berhasil Buat Pasar di Solo Sepi
Situasi Pasar Klewer pada Minggu (7/2/2021). Sejumlah kios memilih tutup pada saat Gerakan Jateng di Rumah Saja yang dilaksanakan 6-7 Februari 2021. [ANTARA/Aris Wasita]

SuaraSurakarta.id - Gerakan Jateng di Rumah Saja berhasil membuat beberapa pasar di Solo sepi. Sepi tidak hanya pengunjung, melainkan para pedagang kompak menutup lapaknya selama dua hari ini. 

Menyadari pasti akan sepi, sejumlah pedagang memilih tutup selama Gerakan Jateng di Rumah Saja yang diberlakukan pada tanggal 6-7 Februari 2021.

"Kondisi pasar Klewer saat ini agak sepi karena tidak ada pengunjung. Pedagang juga banyak yang tutup," kata salah satu pedagang pakaian Katrima dilansir dari ANTARA di Solo, Minggu (7/2/2021). 

Ia mengatakan beberapa pedagang yang berasal dari luar kota lebih memilih untuk libur selama dua hari. Menurut dia, beberapa pedagang dari luar kota yang memiliki kios di sekitarnya, di antaranya berasal dari Sragen, Klaten, bahkan Pekalongan.

Baca Juga:Bak Kota Mati! Ini Kondisi Purwokerto Saat Jateng di Rumah Saja

"Saya juga merasakan penjualannya menurun drastis sejak kemarin, biasanya saya bisa menjual hingga 20 potong sehari, kemarin hanya laku 5 potong. Hari ini tadi malah hanya tiga potong," katanya.

Ia mengatakan untuk produk yang dibeli oleh konsumen kebanyakan merupakan pakaian rumahan mengingat hingga saat ini masih diberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi COVID-19 sehingga mereka memilih untuk lebih banyak di dalam rumah.

"Kebanyakan yang dibeli daster, harga yang paling banyak laku mulai dari Rp27.500-90.000/potong," katanya.

Sementara itu, kondisi yang sama juga terjadi di pasar sembako. Lurah Pasar Harjodaksino mengatakan dari sekitar 1.400 pedagang yang berjualan di pasar tersebut, hanya 200an yang tetap berjualan.

"Kebanyakan mereka pilih untuk libur dulu karena takut 'nggak' laku. Pembeli memang hanya sedikit, kebanyakan yang tetap ke pasar itu yang belanja untuk restoran dan pedagang keliling," katanya.

Baca Juga:Ganjar Serukan Jateng di Rumah Saja, Mudasir Pasrah Hanya di Becak Saja

Meski jumlah pedagang hanya sedikit, ia bersama dengan Tim Cipta Kondisi tetap memastikan mereka menjalankan protokol kesehatan.

"Tetap protokol kesehatan harus lebih ketat, apabila ada pedagang atau pengunjung yang tidak pakai masker kami tindak langsung untuk tutup tujuh hari dan membuat surat pernyataan. Kami tadi sudah keliling dan pedagang maupun sudah mematuhi semua," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak