facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waduh! Kue yang Diproduksi 20 Tahun Ini Ternyata dari Serbuk Gergaji

Ronald Seger Prabowo Senin, 04 Januari 2021 | 12:57 WIB

Waduh! Kue yang Diproduksi 20 Tahun Ini Ternyata dari Serbuk Gergaji
Ilustrasi kue bulan. (Pixabay/ScribblingGeek)

Pemerintah setempat pun langsung menghentikan penjualan kue tradisional tersebut.

SuaraSurakarta.id - Kabar menggemparkan datang dari dunia kuliner tradisional di Karlsruhe. Sebuah produsen kue mendapat kecaman lantaran terbukti salah satu kue tradisional buatannya ternyata menggunakan serbuk gergaji.

Akibatnya, produsen yang telah beroperasi selama 20 tahun itu pun dicekal penjualan kuenya oleh Pemerintah Jerman.

Disadur Suara.com dari DW Sabtu (02/01), keputusan ini ditanggapi sinis oleh produsen kue karena selama 20 tahun ia berjualan, pihaknya selalu terbuka dengan semua komposisi bahan termasuk serbuk gergaji.

Mereka mengkalim, kue tradisional ini hanya menggunakan serbuk gergaji murni mikrobiologis sebagai bahan kuenya selain kismis dan tepung. Mereka juga bersikeras mengatakan bahannya adalah produk nabati.

Baca Juga: Kenalan dengan Yule Log, Kue Tradisional yang Disantap Tiap Natal

Dari catatan di pengadilan juga diketahui bahwa pihak produsen pernah mengajukan hak penjualan atas kue tradisional itu pada tahun 2004.

Tahun 2017, pemerintah kota Karlsruhe melarang penjualan kue itu karena pengujian acak dari inspektur kesehatan menemukan kue mengandung serbuk gergaji.

Ilustrasi kue kering oat. (Pixabay/@Titopasini)
Ilustrasi kue tradisional. (Pixabay/@Titopasini)

"Kue-kue ini tidak diizinkan masuk dalam rantai makanan karena tidak aman dan dilihat secara obyektif, tidak cocok untuk konsumsi manusia."

Lebih lanjut, terlepas dari argumen produsen bahwa serbuk gergaji adalah bahan tradisional, pengadilan mengatakan "bahkan itu tidak digunakan di sektor industri pakan ternak."

Menyadur Food and Wine, pengadilan juga menambahkan bahwa serbuk gergaji juga tidak termasuk dalam daftar makanan baru yang dikembangkan dan inovatif.

Baca Juga: Lumer di Mulut, Lekat di Hati, Lezatnya 4 Kue Tradisional Khas Bugis

Beberapa makanan baru yang termasuk kelompok ini adalah Krill Antartika, biji chia, dan jus noni.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait